Articles by "Polri"

Tampilkan postingan dengan label Polri. Tampilkan semua postingan


Jakarta | matacompas.com |Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) berkomitmen penuh untuk menjaga netralitas dalam Pemilu 2024. Hal itu bisa dilihat dari pengamanan seluruh rangkaian tahapan pemilu.


"Dalam rangka memelihara kehidupan bernegara dan bermasyarakat serta profesionalisme, Polri berkomitmen untuk bersikap netral dan tidak melakukan kegiatan politik praktis dalam setiap kontestasi Pemilu 2024," kata Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko dalam keterangan tertulis, Jumat (2/2/2024).


Trunoyudo membeberkan pelbagai hal yang telah dilakukan Polri mulai dari memberikan pengawalan melekat (walkat) Paslon Capres dan Cawapres, menjaga situasi Kamtibmas, pengamanan logistik berupa surat dan kotak suara hingga nanti saat pencoblosan di TPS.


"Hal tersebut dilaksanakan untuk memberi pengamanan dan memastikan pemilu berjalan aman, damai dan bermartabat," tandasnya.


Trunoyudo juga menjelaskan yang menjadi dasar netralitas Polri dalam pesta demokrasi yakni sebagai berikut;


- UU No.2 Tahun 2002 Tentang Polri Pasal 28 ayat (1) dan ayat (2) , Anggota Polri tidak menggunakan hak memilih dan dipilih. 


- UU No.2 Tahun 2002 tentang Polri Pasal 5 Ayat (1) bahwa Polri merupakan alat negara yang berperan dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat dalam rangka terpeliharanya keamanan dalam negeri.


- PP No.2 Tahun 2003 Tentang Peraturan Disiplin Anggota Polri Pasal 5 Huruf B, Dalam Rangka memelihara kehidupan bernegara dan bermasyarakat, Anggota Poiri dilarang melakukan kegiatan Politik Prastis. 


- Peraturan Polri No.7 Tahun 2022 Pasal 4 Huruf H, Setiap Pejabat Polri dalam etika kenegaraan wajib bersifat netra dalam kehidupan politik 


- Surat Telegram No : STR/246/III/OPS.1.3/2022 tgl 22 Maret 2022 tentang Dalam rangka menjaga Profesionalisme dan Netralitas Polri dalam kehidupan berpolitik 


- Surat Telegram Netralitas Polri, Surat Telegram Kapolri No: ST/2407/X/HUK 7.1/2023 tanggal 20 Oktober 2023, tentang Pedoman Perilaku Netralitas Anggota Polri dalam Tahapan Pemilu 2024 


- Lembar Penerangan Kesatuan, Nomor: 4/I/HUM.3.4.5/2023/Pensat. Netralitas Polri Dalam Pemilu 2024. 


- Lembar Penerangan Kesatuan Nomor: 54/X/HUM 3.4.5/2023/Pensat, Arahan Bagi Personel Polri Jelang Pesta Demokrasi


- STR No ST/2505/X/HUK.7.1/2023 Tanggal 31 Oktober 2023 tentang mencegah/menghindari pelanggaran anggota Polri dan menjaga netralitas Polri dalam penyelenggaraan Pemilu 2024.


Jenderal bintang satu ini mengimbau kepada masyarakat Indonesia untuk mendukung Polri agar Pemilu 2024 terselenggara aman dan damai. Truno berujar bahwa persatuan dan kesatuan harus selalu dijunjung tinggi terutama selama proses pemilihan hingga nanti pencoblosan yang berlangsung pada dua pekan nanti.


 "Kita imbau masyarakat turut mensukseskan pemilu ini berjalan dengan aman dan damai. Masyarakat harus menghindari segala isu hoax, SARA, politik identitas yang dapat memecah-belah persatuan bangsa. Jaga persatuan dan kesatuan bangsa," imbuhnya.

Kapolda Sumbar Buka Diktukba Polri
Gelombang II T.A 2023


Sumbar | matacompas.com | Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumatera Barat Irjen Pol Suharyono, S.I.K, S.H, bertindak selaku Inspektur Upacara dalam acara pembukaan pendidikan pembentukan Bintara Polri Gelombang II T.A 2023, Selasa (25/07/2023).


Upacara yang digelar di lapangan upacara SPN Polda Sumbar ini dihadiri oleh Danrem 032 Wirabraja, Dandim 0312 Padang, Danlanud Sutan Syahrir,Danlantamal II Padang, Ketua LKAAM Sumbar, Pejabat Utama Polda Sumbar, Kapolres/Ta jajaran Polda Sumbar, Ketua dan Pengurus Bhayangkari Daerah Sumbar serta undangan lainnya.


Pada pendidikan pembentukan Bintara Gelombang II T.A 2023 ini, siswa yang mengikuti pendidikan di SPN Polda Sumbar sebanyak 310 orang.


Dalam amanat Lemdiklat Polri yang dibacakan oleh Kapolda Sumbar mengucapkan selamat datang di Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri, tempat para siswa sekalian akan menimba Ilmu, dididik, ditempa dan dilatih selama 5 Bulan ke depan untuk menjadi Insan Tri Brata yang Profesional, Bermoral serta memiliki Mental dan Integritas yang Baik.


Baca Juga : Aksi Bersih-bersih Polda Sumbar Peduli Lingkungan



"Selamat atas keberhasilan yang telah dinyatakan lulus seleksi, dan ditetapkan menjadi peserta didik pada program Pendidikan Pembentukan Bintara dan Tamtama Polri Gel. II. T.A. 2023," kata Kapolda Sumbar.


Pada kesempatan itu juga Kapolda Sumbar memberikan arahan kepada seluruh siswa di Gedung Dojo Wira Satya 96, yang berpesan bahwa terpilihnya para peserta didik saat ini, merupakan sebuah sukses awal dari perjuangan panjang yang harus kalian tempuh. Keberhasilan ini tidak lepas dari kesungguhan, ketekunan, dan keuletan saudara disertai doa restu dan dukungan dari orang tua dan keluarga serta berkah dan karunia Allah SWT, Tuhan YME.



"Oleh karena itu, manfaatkan kesempatan yang berharga ini dengan sebaik-baiknya untuk menimba ilmu pengetahuan dan keterampilan serta memperluas dan menambah wawasan tentang Kepolisian secara sungguh-sungguh dan bertanggung jawab. Karena sesungguhnya kehidupan itu adalah pembelajaran yang panjang dan tidak akan pernah berakhir untuk belajar. " Pesan Kapolda Sumbar. 


Dalam kesempatan itu juga, Kapolda Sumbar juga turut mengucapkan selamat belajar dan berlatih kepada para siswa. Dan juga menitipkan pesan kepada para Kasatdik, para guru, Gadik, Instruktur dan pengasuh untuk mendidik calon Polri yang baik.


"Berikan pendidikan dan pembelajaran yang terbaik kepada siswa selama mengikuti pendidikan, laksanakan tugas mulia ini secara ikhlas dan dengan penuh dedikasi, agar program pendidikan dapat berjalan dengan aman dan lancar sampai dengan penutupan pendidikan nantinya",  tutup Kapolda Sumbar.(*)

 


Sumbar | MC.com | Bentuk kepedulian terhadap lingkungan, Polri menggelar kegiatan bersih-bersih serentak pada Kamis (13/7).


Begitu juga dengan Polda Sumbar beserta seluruh Polres dan Polsek di jajarannya, yang melaksanakan aksi bersih-bersih bersama masyarakat. 


Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Dwi Sulistyawan, S.Ik mengatakan, kegiatan tersebut merupakan rangkaian dari peringatan Hari Bhayangkara ke-77 tahun 2023.


"Kegiatan pembersihan ini dikhususkan di daerah-daerah maupun wilayah pantai, mangrove, kemudian di lokasi pembuangan sampah yang memang berantakan," katanya.


Ia menyebut, tujuan dari pelaksanaan ini adalah untuk membersihkan sampah-sampah yang berserakan sehingga nantinya menjadi indah. 


"Semua jadi bersih, itu yang pertama. Yang kedua untuk bersinergi dengan masyarakat, instansi terkait. Karena bukan Polri saja yang melaksanakan ini, tetapi ada instansi terkait, masyarakat juga komunitas lainnya," ucapnya. 


"Ini membuktikan bahwa Polri ini perhatian, peduli terhadap lingkungan. Agar lingkungan dimanapun terlihat bersih," pungkasnya menambahkan.(*)

 


Sumbar | M.C.com | Sebagai bentuk kepedulian terhadap personelnya, Polda Sumatera Barat (Polda Sumbar) melakukan bedah rumah. Bedah rumah ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-77. 


Anjangsana bedah rumah personel tersebut dipimpin oleh Kapolda Sumbar Irjen Pol Suharyono, S.Ik. SH, dengan diikuti oleh Pejabat Utama Polda Sumbar, Ketua Bhayangkari Daerah Sumbar Ny. Iis Suharyono dan Pengurus Bhayangkari Daerah Sumbar, Rabu (12/7).)


Kapolda Sumbar Irjen Pol Suharyono menyampaikan, anjangsana bedah rumah ini dilaksanakan di tiga lokasi, yakni lokasi pertama di Komp. Mega Permai Tahap II Blok I RT 12 RW 004 Kel. Padang Sarai Kota Tangah. 


Kemudian, yang kedua di Jl. Perumahan Bunga Mas III RT 03 RW 07 Kel. Koto Panjang Kec. Koto Tangah. Selanjutnya lokasi ketiga di Komp. Perumahan Polda B1 No7 Balai Baru RT 001 RW 009 Kel. Gunung Sarik Kec. Kuranji.


"Bedah rumah atau pemugaran ini diberikan baik kepada personel yang masih aktif, purnawirawan ataupun warakawuri guna kenyamanan untuk tempat tinggal," ucap Irjen Pol Suharyono.


Ia menerangkan, bedah rumah tersebut juga merupakan program pimpinan Polri sebagai wujud kepedulian terhadap anggota Polri, dan sebagai bentuk kedekatan antara pimpinan dengan anak buahnya. 


Lanjut Kapolda, bedah rumah dalam rangka Hari Bhayangkara tersebut, selain di tingkat Polda, kegiatan ini juga diselenggarakan di tingkat Polres.


Hal ini dilaksanakan setelah melalui hasil penelitian dan hasil pemeriksaan serta pengecekan secara langsung, layak atau tidaknya untuk dilakukan pemugaran di beberapa bagian, kemudian diperbaiki dan dibangun dan diganti sesuai dengan keperluannya.


"Termasuk meja, kursi, tempat tidur dan lain sebagainya. Itulah yang diartikan sebagai agenda kegiatan bedah rumah. Kami juga akan bahagia jika melihat anggota bahagia," ujarnya. 


Selain memperingati Hari Bhayangkara ke-77, kegiatan ini juga dalam rangka memperingati Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari ke 71.(*)

 


Jakarta | MC.com | Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri acara Awarding Day Apresiasi Kreasi 77 Polri Presisi Untuk Negeri di Balai Samudera, Jakarta, Rabu, 12 Juli 2023 malam. 


Sigit mengungkapkan, acara tersebut merupakan bagian dari rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Bhayangkara. Pemberian penganugerahaan tersebut diserahkan kepada personel Polri, TNI maupun masyarakat. 


"Alhamdulillah baru saja kita melaksanakan kegiatan penganugerahan lomba kreasi terkait dengan rangkaian HUT Bhayangkara ke-77 sekaligus juga kita memberikan hadiah atau reward kepada personel-personel Polri yang berprestasi baik dalam mengharumkan nama bangsa pada saat Sea Games kemarin. Ataupun beberapa lomba internasional lainnya," kata Sigit. 


Dalam acara tersebut, Sigit menyebut juga diikuti oleh anak-anak Taman Kanak-Kanak (TK). Mereka diberikan kesempatan untuk membuat dongeng. Kegiatan yang juga diikuti seluruh lapisan masyarakat tersebut terkait dengan pelayanan, fungsi dan harapan terhadap institusi Polri. 


"Ada dongeng, cerpen dan tentunya disitu kita berikan kebebasan mau cerita tentang jeleknya pak Polisi supaya bisa menjadi lebih baik atau mungkin kesan-kesan yang mereka dapatkan," ujar Sigit.


Sigit pun memberi perhatian lebih terhadap dongeng yang dibuat anak-anak. Pasalnya, mereka membuat cerita dimana sosok Polisi menjadi seorang pahlawan yang gemar menolong masyarakat. 


Melihat cerita dongeng yang digoreskan anak-anak tersebut, Sigit menekankan kepada seluruh personel Polri untuk menanamkan hal itu sebagai semangat untuk terus menjadi lebih baik lagi kedepannya. 


"Tentunya saya harapkan didengar oleh seluruh anggota kepolisian karena ini adalah dongeng yang ditanamkan kepada anak-anak biasanya, tapi kali ini didongengkan untuk kita, untuk polisi. Jadi harapannya tidur, setel itu dongeng anak-anak tadi, bangun, semangat untuk menjadi polisi yang baik dan terus berkarya untuk menjadi polisi yang lebih baik," ucap Sigit. 


Lebih dalam, Sigit menyebut bahwa, dengan digelarnya kreasi kebebasan berekspresi ini diharapkan semua personel Polri bisa memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh warga demi mewujudkan sosok kepolisian yang diharapkan dan dicintai oleh masyarakat. 


"Tentunya harapan kita bagaimana kita betul-betul bisa melaksanakan harapan masyarakat, bagaimana mewujudkan apa yang diharapkan oleh masyarakat, bagaimana meningkatkan kualitas pelayanan kita terhadap masyarakat. Sehingga polisi betul-betul dirasakan kehadirannya, dekat dengan masyarakat dan dicintai masyarakat," papar Sigit. 


"Tentunya masih banyak hal-hal yang harus kita perbaiki dan evaluasi, kita semua miliki semangat yang sama untuk terus berbenah jadi lebih baik. Terima kasih kepada seluruh peserta yang telah berkontribusi mengikuti kegiatan yang kita lombakan dan ini jadi spirit baru untuk institusi Polri," tambah Sigit sekaligus mengakhiri.


Jakarta | MC.com | Lembaga Survei Indonesia (LSI) menyatakan tingkat kepercayaan terhadap Polri kini menyentuh angka 65%. Peningkatan kepercayaan publik terhadap Korps Bhayangkara tersebut dipandang karena Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo dengan tegas memerintahkan anak buahnya profesional menuntaskan kasus-kasus besar.


“Capaian ini tentu memberi angin segar sekaligus bentuk afirmasi publik terhadap ikhtiar Polri untuk terus berbenah,” ujar Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan dalam konferensi pers secara daring, Selasa (11/7/23).


Ia menjelaskan, kepercayaan publik terhadap Polri meningkat jika dibandingkan dengan temuan April 2023. Bahkan, saat ini di atas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), dan partai politik.


Untuk diketahui, survei ini dilakukan pada 1-8 Juli 2023 dengan melibatkan 1.242 responden. Populasi sampel adalah warga Indonesia berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah dan memiliki telepon/cellphone, sekitar 83% dari total populasi nasional. Responden diwawancarai lewat telepon oleh pewawancara terlatih.


Pemilihan sampel dilakukan melalui metode random digit dialing (RDD) atau pembangkitan nomor telepon secara acak. Margin of error survei diperkirakan ±2.8% pada tingkat kepercayaan 95%, asumsi simple random sampling.

JAKARTA | Matacompas.com |Gelaran wayang kulit dengan lakon Wahyu Cakraningrat yang dihelat Polri di lapangan Bhayangkara, Jakarta Selatan, Jumat malam, 7 Juli 2023 mendapat apresiasi dan sambutan positif dari masyarakat. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Bhayangkara. 


Salah satunya diungkapkan Ibu Atin warga Jawa Tengah. Wanita ini menilai wayang kulit merupakan hiburan budaya yang bukan hanya sekedar tontonan tapi juga tuntunan. 


Polri, kata dia sangat luar biasa karena dalam setahun bisa menghadirkan tontonan yang kini mulai tergerus dengan perkembangan jaman. 


"Memang ini luar biasa ada peningkatan dibandingkan tahun lalu. Lebih bagus karena ini wayang kulit asli budaya kita. Kami berharap tontonan ini terus dipertahankan agar jadi tuntunan bagi generasi muda," kata Atin, Sabtu (8/7/2023). 


Warga lainnya, Sunandar juga menilai gelaran wayang kulit yang dihadirkan Polri sangat bermanfaat sekali. Wayang kulit, kata dia adalah kebudayaan Indonesia yang sudah mendunia. 


"Sangat bermanfaat sekali. Saya salut melihat Polri sekarang ini, karena betul-betul menyatu dengan masyarakat," ujarnya. 


Susanto penonton asal Jakarta mengungkapkan gelaran wayang kulit ini memberikan hiburan kepada masyarakat karena sangat jarang bisa ditemukan. 


Menurut dia wayang kulit ini sangat bermanfaat dan menghibur warga. Harapannya ke depan, Polri semakin mengayomi dan melayani masyarakat serta terus memberantas premanisme. Jaya selalu Polri," ujarnya. 


Apresiasi juga datang dari Tukinem warga asal Depok. Dia mengaku sengaja datang jauh karena sangat senang dengan wayang kulit. Dia berharap Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo terus mengadakan kegiatan agar kesenian tradisional ini tidak punah. 


"Di HUT ke- 77 saya bangga dengan Polri, tugasnya berat apalagi di tahun ini. Mudah-mudahan Pak Kapolri dan jajarannya selalu diberikan kesabaran dan selalu dekat dengan masyarakat serta berlaku adil jangan pilih kasih," terangnya. 


Selain masyarakat, gelaran wayang kulit ini juga disaksikan komunitas wayang mania. Menurut Farhan, salah satu perwakilannya mengucapkan terima kasih kepada Polri yang sudah melestarikan wayang kulit. Sebagai komunitas wayang kulit, dia merasa bangga dan berharap kepada Kapolri terus melestarikan kebudayaan ini. 


"Sangat bermanfaat untuk kalangan menengah ke bawah dan semuanya. Alhamdulillah Pak Kapolri sangat merakyat dan mendukung pecinta wayang kulit," kata Farhan. 


Komunitas Ikatan Keluarga Gunung Kidul juga bersyukur bisa diundang Kapolri menyaksikan gelaran wayang kulit ini. Sutarno, salah seorang perwakilannya mengungkapkan kegiatan menunjukan bahwa Polri semakin dekat dengan masyarakat. "Saya kira ini sangat luar biasa sekali saya selalu datang sama keluarga," tambahnya. 


Ucapan syukur dan terima kasih datang dari Dalang Ki Bayu Aji. Dia mengaku suatu kehormatan bisa terlibat langsung di acara ini. 


Dia mengaku sudah beberapa kali berpartisipasi diberbagai kegiatan. Ki Bayu Aji mengaku sangat bangga karena Polri semakin perhatian dengan budaya tradisional. 


"Saya sangat kagum dan bangga dengan Polri. Ini menunjukkan mereka semakin dekat dengan masyarakat," ucapnya. 


Ki Bayu Aji menekankan bersatu dan dekat dengan masyarakat sangat dibutuhkan. Tugas Polri sebagai pengayom dan pelindung akan dirasakan langsung masyarakat. "Kalau masyarakat semakin dirangkul semakin jaya Polri," tuturnya. 


Gelaran wayang kulit ini turut menghadirkan pelaku UKMK. Mereka pun turut mengapresiasi dan berterima kasih kepada Polri karena dilibatkan dalam kegiatan ini. 


Salah satunya dari Ibu Purna. Dia mengaku selalu diberikan ruang dan kesempatan dalam setiap kegiatan Polri. "Terima kasih Polri yang sudah memberikan kesempatan kami untuk terus menghidupkan UMKM," ujar Purna. 


Dia berharap, Polri sebagai garda terdepan dalam melindungi masyarakat semakin maju dan jaya.

 


Jakarta | MC.com | Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menghadiri pagelaran Wayang Kulit dengan lakon Wahyu Cakraningrat di Lapangan Bhayangkara, Jakarta Selatan, Jumat, 7 Juli 2023, malam. 


Sigit mengungkapkan, kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Bhayangkara. Acara wayang kulit ini dihadiri oleh TNI, Polri, dan seluruh elemen masyarakat serta disaksikan di seluruh Polda jajaran se-Indonesia. 


"Kegiatan kali ini tentunya melanjutkan apa yang menjadi tema kita yaitu Polri Presisi Untuk Negeri, Pemilu Damai Menuju Indonesia Maju," kata Sigit. 


Dalam kesempatan ini, Sigit menyampaikan pesan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait dengan pentingnya sinergisitas dan soliditas seluruh elemen bangsa untuk mewujudkan Pemilihan Umum (Pemilu) serentak tahun 2024 yang aman dan damai. 


"Jadi hari ini sinergisitas semakin kita kokohkan, semakin kita kuatkan dengan penampilan dari dalang, di sini ada dari TNI, dari Polri, kemudian juga ada ada dalangnya mewakili Mahkamah Agung dan satu dalang profesional Bayu Aji yang saya kira namanya sudah sangat terkenal," ujar Sigit. 


Menurut Sigit, dengan hadirnya elemen dari TNI, Polri dan masyarakat di acara wayang kulit ini menunjukan bahwa telah terciptanya sinergisitas dan soliditas untuk menjaga dan mempertahankan nilai persatuan serta kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).



"Dihadiri dan ditonton oleh seluruh komunitas dan mitra. Dan tentunya ini menunjukkan bahwa yang namanya sinergisitas dengan seluruh stakeholder dan juga bagaimana terbangun suatu kedekatan yang harus terus kita dorong. Bahwa untuk mewujudkan Pemilu damai maka Polri-TNI dan seluruh stakeholder terkait juga harus dekat dengan masyarakat," ucap Sigit. 


Acara Wayang Kulit lakon Wahyu Cakraningrat ini sendiri, kata Sigit, berdasarkan laporan yang diterimanya setidaknya disaksikan oleh sekitar 80 ribu masyarakat dan mungkin bisa bertambah. 


Dengan adanya hal itu, Sigit menegaskan bahwa, acara yang bersentuhan dengan rakyat seperti ini membuktikan bahwa, kesatuan dan persatuan seluruh elemen bangsa terus menguat. 


"Tentunya ini menjadi kegembiraan dan semangat bagi kita semua bahwa sinergitas, soliditas antara TNI, Polri dan rakyat tentunya kita harapkan semakin hari, semakin menguat," tutur Sigit. 


Lebih dalam, kata Sigit, dengan terjaganya serta semakin kokohnya sinergitas elemen bangsa maka hal ini menjadi kunci untuk menciptakan Pemilu yang damai. Apalagi, Indonesia akan menghadapi bonus demografi kedepannya. 


"Sehingga kemudian dalam konteks Pemilu dan memilih pemimpin nasional yang namanya persatuan dan kesatuan tetap harus kita jaga walaupun tentunya ada perbedaan-perbedaan dalam pilihan. Karena kalau persatuan dan kesatuan tidak bisa kita jaga, maka bonus demografi yang kita harapkan betul-betul bisa dimanfaatkan untuk mewujudkan Indonesia Maju, bukan terjadi malah sebaliknya. Dan itu yang tentunya kita hindari," papar Sigit. 


Oleh karena itu, Sigit mengatakan, untuk saat ini yang paling terpenting adalah terus menjaga sinergitas dan soliditas seluruh rakyat Indonesia. "Bagaimana menjaga sinergitas dengan masyarakat, mewujudkan Pemilu damai, dan terpilih nanti pemimpin nasional yang bisa meneruskan estafet untuk meneruskan Indonesia Maju. itu yang kita harapkan," tegas Sigit. 


Disisi lain, Sigit menjelaskan maksud dari arti lakon Wayang Kulit yang diusung kali ini. Menurutnya, Wahyu Cakraningrat, adalah simbol bagaimana seorang pemimpin berlomba-lomba untuk mendapatkan Wahyu Cakraningrat.


Karena Wahyu Cokroningrat ini adalah wahyu yang diberikan kepada pemimpin. Tentunya lakon ini juga diharapkan bisa mengilhami dan menjadi harapan seluruh masyarakat Indonesia soal seorang pemimpin nantinya bisa mengerti. 


"Karena dia yang memimpin rakyat, tentunya dia harus mengerti dan mendengar apa yang menjadi suara rakyat. dia harus dekat dengan rakyat. Sehingga kemudian dia bisa memimpin dengan baik menuju Indonesia yang lebih baik. ini tentunya filosofi yang kita harapkan, bisa kemudian menjadi semangat bersama untuk mewujudkan Indonesia Maju menuju visi Indonesia Emas 2045," tutup Sigit. 



Jakarta | matacompas.com|Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggelar kejuaraan Judo Kapolri Cup dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-77 di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Minggu 9 Juli 2023.


Dalam acara ini, Kapolri turut hadir bahkan menunjukan kebolehannya dengan melakukan bantingan terhadap lawannya. Kapolri pun disematkan sabuk hitam oleh Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PB PJSI) Letjen TNI Maruli Simanjuntak.


Terkait penyelenggaraan acara ini, atlet Judo Indonesia I Gede Agastia Dharma pun mengapresiasinya. Menurutnya, dengan adanya kejuaraan Judo Kapolri Cup dapat menyaring atlet-atlet Judo baru yang bisa bertanding di Sea Games hingga Olimpiade.


"Kesan-kesannya sangat bagus ya. Semoga kedepannya diadakan terus untuk menyaring bibit-bibit judo yang ada di Indonesia untuk bermain di Sea Games, Asian Games dan Olimpiade," kata I Gede, kepada wartawan, Senin (10/7).


Sementara itu, beberapa peserta kejuaraan ini juga menyambut baik. Bripda Fitriani salah satunya. Ia menyebut kejuaraan ini sangat seru dan berharap di tahun-tahun berikutnya kembali digelar.


Hal yang sama juga diutarakan oleh Bripda Kalasenae. Ia mengatakan, kejuaraan Judo Kapolri Cup bisa membuat Polri lebih maju. Terutama para polisi wanita (polwan) agar berjaya dalam bela diri Judo.


Peserta lainnya, Bripda Nurul Khafifah mengatakan, pelaksanaan Judo Kapolri Cup sangat luar biasa. Bripda Sudaryati dalam kesempatan yang sama menuturkan, dalam kejuaraan ini, semua anggota dilatih untuk menunjukan kemampuan, sehingga bisa meningkatkan kemampuan diri masing-masing.


Kemudian, salah seorang peserta lainnya bernama Juliani Dharma Yudha menyebut pertandingan Judo Kapolri Cup sangat menjunjung tinggi solidaritas dan sportivitas. Ia pun berharap di tahun berikutnya daerah lain bisa menjadi tuan rumah kejuaraan ini.


"Semoga tahun ke depan Polda Bali bisa mengadakan tuan rumah kejuaran Judo Kapolri Cup," katanya.


Terakhir, Kompol Supeno mengatakan, dengan adanya kejuaraan ini, akan membuat semangat atlet-atlet dari Polri agar bisa meraih prestasi baik di level nasional maupun internasional.


"Ke depannya atlet-atlet Polri harus semangat meraih prestasi dan menciptakan atlet-atlet baru sehingga di kancah nasional maupun internasional bisa meraih prestasi yang setinggi-tingginya," katanya.



Sumbar|matacompas.com|Bripda Rayhan Hidayat, Bintara Remaja Polri yang baru saja dilantik di SPN Polda Sumatera Barat (Sumbar) ini berhasil meraih beberapa penghargaan selama pendidikan pembentukan (Diktuk) Bintara Polri gelombang I T.A 2023.


Anak dari pasangan Syahrial Nurdin dan Tarti Marlina menerima dua penghargaan, yakni sebagai Siswa Terbaik dan Siswa Trengginas.


Ayahnya Bripda Rayhan, Syahrial mengaku terkejut mendengar saat anaknya diumumkan mendapatkan penghargaan oleh gadik (tenaga pendidik) SPN Polda Sumbar. 


"Takajuik jantuang jo manggaretek lutuik ambo katiko si Rayhan dipanggia, ambo sangko si Rayhan kok manga manga pulo (terkejut jantung serta bergetar lutut saya saat Rayhan dipanggil, saya kira kok kenapa kenapa pula)," ucap Syahrial yang berprofesi sebagai petani di Bukittinggi.


Ia mengaku sangat bahagia anaknya lulus dan dilantik menjadi anggota Polri, sebab ia membuktikan sendiri bahwa anaknya tersebut lulus dengan hasil usahanya sendiri, dan tanpa ada mengeluarkan uang untuk masuk polisi.


"Untuak hiduik kami se lah pas pasan, jadi makonyo wak serahkan se anak wak ko tes surang. Kami cuma bisa badoa ka Allah nan kuaso (untuk hidup kami saja pas pasan, makanya saya serahkan saja anak ini tes sendiri. Kami cuma bisa berdoa kepada Allah yang kuasa)," bebernya.


"Alhamdulillah kami buktikan ka urang-urang bahwa nyatonyo masuak polisi tu ndak ado pakai piti (Alhamdulillah kami buktikan ke orang-orang bahwa nyatanya masuk polisi itu tidak ada pakai uang)," ungkapnya menambahkan. 


Selama Tes Polisi Sempat Jualan Roti 


Sementara, sang ibunya bernama Tarti, sebelumnya mengungkapkan perasaan sedihnya di saat anaknya mengikuti seleksi penerimaan Polri tahun lalu dari awal hingga dinyatakan lulus terpilih. 


Sembari menitikkan air mata, Tarti bercerita, bahwa saat tahapan tes itu, anaknya yang keempat tersebut meminta izin membawa kompor kecil yang ada dirumahnya untuk di bawa ke Padang, dengan tujuan untuk memasak roti yang nantinya dijual sehingga dapat mencukupi kebutuhan belanjanya sehari-hari di Padang.


"Ambo agiah piti balanjo nyo 100 ribu, dari piti itulah nyo mambuek roti gabin. Tu dijua nyo ka kadai-kadai. Alhamdulillah mak, laku kue Rayhan mak katonyo ka awak (Saya kasih uang belanjanya 100 ribu, dari uang itulah dia membuat roti gabin. Terus dijualnya ke warung-warung. Alhamdulillah ma, laku kue Rayhan ma, katanya ke saya," sebut Tarti yang juga berdagang roti tersebut. 

 

Kemudian lanjut Tarti, dari hasil uang jualan roti yang dilakukan oleh anaknya itulah yang membantu mencukupi kebutuhannya selama tes masuk polisi.


"Alhamdulillah yaa Allah, kami cuma bisa motivasi dan berdoa saja. Kami percaya, kalau Allah sudah berkehendak maka tidak ada yang tidak mungkin," terang Tarti.(*)

 


MataCompas.com| Sumbar - Usai menangkap seorang pelaku penipuan dengan modus investasi objek wisata berinisial DBA (48), pihak kepolisian Ditreskrimum Polda Sumbar menyita satu pucuk senjata api.


Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Dwi Sulistyawan, S.Ik didampingi Dirreskrimum Polda Sumbar Kombes Pol Andry Kurniawan, S.Ik mengatakan, senjata api yang disita jenis FN Baby Browning dengan caliber 6 mm. Senjata api ini tidak memiliki surat maupun dokumen yang sah.


"Didapat juga lima peluru dan satu magazine. Barang bukti ini ditemukan saat penangkapan tersangka di hotel di Kabupaten Nganjuk pada 27 Januari 2023," katanya saat jumpa pers, Selasa (7/2) di Polda Sumbar.


Dirinya melanjutkan, dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka, senjata api tersebut didapatkannya dari seorang pensiunan TNI. Senjata api itu digunakan untuk menjaga diri tersangka. 


"Dari keterangan tersangka, senpi didapat dari seorang pensiun TNI yang sudah meninggal dunia. Kami masih terus telusuri kebenaran itu," ujarnya.


Dari penemuan senjata api tersebut, terhadap tersangka juga dikenakan Undang-undang Darurat Nomor 12 tahun 1951.


"Hukumannya paling tinggi 20 tahun. Kasus ini terus didalami tahap penyidikan dan pengembangan," pungkasnya.(*)


MataCompas.com | Sumbar – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumbar Irjen Pol Suharyono, S.I.K., S.H membuka secara resmi pendidikan dan pembentukan Bintara (Diktukba) Polri gelombang I Tahun 2023 di Sekolah Kepolisian Negara (SPN) Polda Sumbar, pada Selasa (7/2/2023).


Pada gelombang I tahun 2023 ini, Diktukba Polri di SPN Polda Sumbar dengan siswa berjumlah 171 orang resmi dibuka dengan ditandai pemasangan tanda pangkat siswa oleh Kapolda Sumbar kepada salah satu perwakilan siswa.


Kapolda Sumbar dalam amanat Kalemdiklat Polri mengatakan, keberhasilan yang telah diraih ini, merupakan berkah dan karunia dari Tuhan Yang Maha Esa, serta hasil dari perjuangan panjang dan buah dari ketekunan, keuletan, dan kesungguhan saudara, yang juga tentunya tidak lepas dari doa dan dukungan orang tua dan keluarga. 


"Oleh karena itu manfaatkan kesempatan ini untuk belajar dan berlatih menjadi polisi sejati. Bulatkan tekad bahwa kalian dapat mengikuti dan menyelesaikan pendidikan ini dengan baik. Buat bangga keluarga dan negara bahwa kalian bisa," sebut Kapolda Sumbar Irjen Pol Suharyono membacakan amanat Kalemdiklat Polri. 


Lanjutnya, sesuai dengan kebijakan Kapolri dalam transformasi polri yang PRESISI, pendidikan menjadi aspek penting dalam mempersiapkan sdm polri yang unggul di era police 4.0. polisi yang mampu menjawab tantangan di era digital dan harapan masyarakat yang semakin tinggi kepada polisinya. 


"Kehadiran, kemampuan dan perilaku saudara-saudara dilapangan akan menentukan wajah polri dan tingkat kepercayaan masyarakat. Oleh karena itu, pendidikan ini harus dirancang dengan mengutamakan kualitas dan memberikan porsi pembelajaran yang lebih besar kepada praktik kerja lapangan dan pembentukan karakter kebhayangkaraan," ujarnya. 


Sekali lagi, dirinya ingin mengingatkan bahwa hakekat pendidikan polri tidak saja untuk memberikan ilmu pengetahuan untuk kecerdasan dan keterampilan, namun lebih dari itu untuk membentuk polisi yang beriman dan bertaqwa kepada tuhan yang maha esa dan membentuk akhlak yang mulia. karena sesungguhnya pendidikan itu adalah untuk memuliakan manusia.


Dengan demikian kata Kapolda Sumbar, penekanan utama pada kurikulum pendidikan, difokuskan pada pendidikan aspek karakter dengan penekanan pembentukan etika dan moral, santun, empati dan kasih sayang, integritas dalam pelayanan publik,  serta malu melakukan pelanggaran dan kejahatan.


"Kemudian didukung aspek ilmu pengetahuan untuk meningkatkan keunggulan, kreativitas dan inovasi, dan dilengkapi dengan aspek keterampilan untuk meningkatkan kemampuan praktik fungsi kepolisian yang modern dan di dukung teknologi," ujarnya. 


Pada upacara Diktukba Polri gelombang I Tahun 2023 ini dihadiri oleh Pejabat Utama Polda Sumbar, Kapolres sejajaran Polda Sumbar, Forkopimda Sumbar (diwakili), Pengurus Bhayangkari Daerah Sumbar dan tamu undangan lainnya.(*)

 



Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan bahwa Polri terus berkomitmen untuk menindaklanjuti instruksi dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam rangka melakukan perbaikan atau transformasi manajemen penyelenggaraan kompetisi sepak bola Indonesia. 


Komitmen tersebut, dikatakan Sigit, diwujudkan dengan menggelar kursus manajemen pengamanan stadion yang digelar selama sembilan hari dengan menghadirkan pemateri seorang Profesor dari Conventry University Inggris. Selain Polri, seluruh pihak terkait juga mengikuti pelatihan tersebut. 


"Sembilan hari telah melakukan kegiatan pelatihan manajemen stadion untuk persiapan pengamanan bola. Jadi sebagaimana komitmen Polri bahwa Polri akan terus melaksanakan peningkatan kualitas dari pengamanan, khususnya terkait dengan penyelenggaraan kompetisi besar khususnya sepak bola," kata Sigit di Gedung Rupatama Polri, Jakarta Selatan, Rabu, 1 Februari 2023. 


Sigit menjelaskan, Presiden Jokowi telah memberikan arahan untuk melakukan perbaikan serta melakukan transformasi dalam penyelenggaraan olahraga di Indonesia yang lebih baik dari sisi penyelenggaraan, keamanan, pengaturan suporter dan penonton. 


"Sehingga semua bisa terselenggara dengan baik dan semuanya baik penonton penyelenggara pemain semuanya betul-betul bisa diamankan," ujar Sigit. 


Selain mendatangkan pengajar langsung dari Inggris, Sigit mengungkapkan bahwa, kesungguhan Polri untuk mewujudkan perbaikan manajemen penyelenggaraan kompetisi sepak bola Indonesia, Polri telah menerbitkan Peraturan Polri (Perpol) Nomor 10 Tahun 2022 Tentang Pengamanan Penyelenggaraan Kompetisi Olahraga.


"Dimana di dalamnya mengatur bagaimana menggunakan personel kemudian yang terutama adalah analisa terhadap risiko khususnya stadion yang akan digunakan. Sehingga di situ kemudian bisa ditentukan dengan kapasitas yang ada dan pintu-pintu keluar, pintu masuk, exit, kemudian bagaimana kesiapan kesehatan yang ada, semuanya menjadi satu kesatuan," ucap Sigit. 


Dalam Perpol itu, kata Sigit, juga telah diatur dengan formulasi tertentu dalam menetapkan kapasitas penonton. Dalam hal ini sudah ditetapkan dalam pertandingan Piala AFF dan Liga I. 


Disisi lain, mantan Kabareskrim Polri itu menjelaskan bahwa, pelatihan dengan pemateri dari Inggris yang terlibat langsung dalam manajemen pelaksanaan Piala Dunia di Qatar lalu, telah berakhir. Sigit pun berharap, para peserta yang mendapatkan kursus tersebut dapat menyerap seluruh ilmu dan pengatuhan manajemen sepak bola sebagaimana standar FIFA. 


"Tentunya ini menjadi sangat penting karena Indonesia memiliki talent yang luar biasa, penonton yang sangat besar dan ini apabila bisa dikelola dengan baik semuanya akan bisa menumbuhkan pemain yang bisa akan berkompetisi dengan baik, dan harapan kita, kita bisa mewujudkan kompetisi sepak bola yang lebih berkualitas dan tentunya bisa membawa harum nama Indonesia di tingkat internasional," tutup Sigit.



MataCompas.com--SURABAYA- MSA ditangkap unit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim. 


Petugas mulai mengendus keberadaan MSA sejak pkl. 03.00 wib dan berhasil di tangkap pkl 11.00 wib.


Hal ini disampaikan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Toni Harmanto, pada Jum'at (27/1/2023) di Gedung Tribrata Mapolda Jatim. 


Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Toni Harmanto mengatakan, MSA ditangkap pada Jum'at dinihari, terkait keterlibatannya dalam kasus pembobolan Rumah Dinas (Rumdin) Wali Kota Blitar, Santoso, di Jalan Sudanco Supriyadi, Sananwetan, Kota Blitar, Senin (12/12/2022) dini hari.


"Kita memastikan menangkap mantan MSA dalam keterlibatan kasus pencurian dan kekerasan di Rumah Dinas Bapak Wali Kota Blitar," ungkap Irjen Toni Harmanto. 


"Jadi kami tegaskan dengan fakta dan bukti-bukti yang ada dan kita peroleh. Sehingga, kita yakini, kita memastikan yang bersangkutan ini sebagai tersangka dalam pencurian dan kekerasan di Rumah Dinas Wali Kota Blitar," tambahnya. 


Lanjut Kapolda menjelaskan, Tersangka MSA merupakan otak pembobolan Rumdin Walikota Blitar, ia memberikan informasi kepada pelaku atau eksekutor dari dalam lapas. 


" Ini berdasar pemeriksaan intensif dari para pelaku yang sudah kita tangkap sebelumnya dan kita pastikan mereka bertemu, dan berkomunikasi di satu lapas, dan memberikan informasi keberadaan tempat penyimpanan uang dan waktu yang baik untuk melakukan aksi itu," tandasnya. 


Sementara Dirreskrimum Kombes Pol Totok Suharyanto menambahkan, MSA yang pernah dipenjara di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sragen, karena kasus suap pada 2018 lalu merupakan informan kelima pelaku yang melakukan perampokan pada 12 Desember 2022 lalu. 


Kata Kombes Totok, Samanhudi mengetahui profil kelima tersangka yang memang spesialis rampok. Pada Agustus 2020, mereka bertemu di satu Lapas Sragen, di situ MSA membeberkan informasi hingga waktu yang pas untuk eksekusi.


"Diawali dari Agustus 2020 sampai dengan Februari 2021 saat tersangka yang kemarin kita tangkap lebih dulu itu sedang menjalani hukuman pidana di LP Jawa Tengah. Disitulah mereka ketemu, dan memberikan informasi, selanjutnya tersangka satu tim 5 orang itu melakukan tindak pidana Curas di bulan Desember 2022 kemarin," tambahnya.


Sementara MSA yang mengenakan pakaian hitam dan celana jins dengan kondisi kedua tangan diborgol Polisi saat ditanya wartawan mengaku dirinya tidak tahu apa-apa.


"Opo? saya gak tahu, saya gak tahu. Sopo sing balas dendam?," kata pria berkumis tebal itu.


Saat ini, penyidik masih melakukan pendalaman untuk membuktikan apakah MSA ini merupakan dalang dalam kasus ini, dan untuk mengungkap dugaan adanya tersangka lain.


Dalam kasus ini, penyidik berencana menerapkan Pasal 365 Juncto Pasal 66 KUHP terkait dengan membantu melakukan tindak pidana dengan memberikan keterangan lokasi, waktu dan kondisi lokasi.


Sekadar informasi, pasca bebas dari penjara pada Senin (10/10/2022) lalu, MSA saat di wawancara awak media mengaku balas dendam karena merasa dizalimi oleh dunia politik. 


Meski demikian, dalam pernyataan bernada emosional itu ia tidak menjelaskan dirinya hendak membalas dendam kepada siapa. (*)


MataCompas.com--Sumbar - Kapolda Sumbar Irjen Pol Suharyono, S.Ik. SH melaksanakan ibadah shalat jumat di Mesjid Nurul Iman Padang, Jumat (27/1) siang. 


Seperti biasanya, sebelum khatib menaiki mimbar, Irjen Pol Suharyono menyempatkan memberikan imbauan kamtibmas, khususnya kepada jemaah mesjid.


"Alhamdulillah kita bersyukur saat ini masih diberikan kesehatan untuk melaksanakan ibadah kepada Allah SWT," ucapnya. 


Selaku Kapolda Sumbar, Irjen Pol Suharyono menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Sumbar pada umumnya, dan Padang khususnya jemaah di Mesjid Nurul Iman bahwa dirinya bersyukur bisa bersilaturahmi dengan para jemaah dan menyampaikan imbauan kamtibmas. 


"Atas nama institusi polri, kami berterimakasih kepada masyarakat Sumbar yang agamis. Itu merupakan modal dalam menjaga keamanan di tengah masyarakat," ujarnya. 


Lanjut Kapolda, pihaknya akan selalu memberikan pelayanan sebaik-baiknya kepada masyarakat Sumbar.


"Kami (polri) adalah pelayan bapak-bapak, andai kata ada anggota kami sebelumnya yang kurang berkenan dalam berikan pelayanan di hati bapak-bapak, kami mohon maaf," ujarnya. 


Irjen Pol Suharyono menuturkan, dalam memberikan imbauan dan ajakan kamtibmas bukan saja dilakukan saat ini, tetapi sudah dilakukan juga sebelum sebelumnya. 


"Karena polisi tidak bisa berdiri sendiri dalam mewujudkan kamtibmas, harus didukung oleh seluruh pihak," ungkap Kapolda. 


Untuk itu katanya, dalam menjaga kamtibmas Kapolda mengajak agar selalu menjaga kepada diri sendiri dan juga keluarga. 


"Mohon disampaikan juga kepada orang lain. Kebaikan yang disampaikan akan menjadi amal ibadah, amal jariyah bagi kita semua," ujarnya. 


Terakhir, dirinya berpesan sebagai anak bangsa, agar mematuhi segala bentuk aturan hukum yang berlaku dan juga hukum adat istiadat di Sumbar yang sangat bagus. "Taati juga peraturan lalu lintas dan peraturan lainnya," pungkasnya. 


Turut mendampingi Irwasda Polda Sumbar Kombes Pol Arif Rahman Hakim, SH, Karo SDM Kombes Pol Sonny Mulvianto Utomo, S.Ik, Kabid Humas Kombes Pol Dwi Sulistyawan, S.Ik dan Kapolresta Padang Kombes Pol Ferry Harahap, S.Ik.(*)

 



MataCompas.com- Sumbar - Bagi putra putri terbaik bangsa, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali membuka penerimaan untuk menjadi anggota Polri. Kali ini berasal dari jalur sarjana.


"Iya telah dibuka rekrutmen menjadi anggota Polri. Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana atau SIPSS," kata Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Dwi Sulistyawan, S.Ik, Selasa (24/1).


Dikatakan, SIPSS merupakan pendidikan bagi lulusan sarjana yang dibutuhkan dalam profesi kepolisian untuk dibentuk menjadi seorang perwira pertama (Pama) yang memiliki spesifikasi ilmu tertentu pada Polri.


"Pendaftaran secara online melalui website https://penerimaan.polri.go.id, mulai tanggal 24 sampai dengan 29 Januari 2023. Untuk peserta dari Sumatera Barat dapat melakukan verifikasi di Polda Sumbar," terangnya. 


Lanjut Kabid Humas, sejumlah posisi yang dibutuhkan, yakni, dokter spesialis anestesi, anak, kandungan, bedah, patologi klinik, penyakit dalam dan forensik.


Kemudian, untuk Strata-2 (S2) diantaranya adalah Keperawatan, Teknik Elektro (data engineering), Psikologi (profesi). S1 Kedokteran Umum, Gigi, Keperawatan dan (profesi), S1 Farmasi (profesi apoteker).


S1 Biologi, Fisika, Kimia, Teknik Informatika dan Sistem Informasi (programming, jaringan), Teknik Metalurgi, Teknik Industri, Ilmu Komunikasi (jurnalistik, public relation).


S1 Psikologi, Arsitektur, Hubungan Internasional, Sastra Prancis, Bahasa Prancis, Indonesia, Arab, Korea, Jepang, Akuntansi, Statistika, dan Ilmu Administrasi Negara.


"Penerimaan Polri secara Bersih, Transparan, Akuntabel dan Humanis (BETAH). Ayo jangan lewatkan kesempatan ini, mari daftarkan diri anda untuk menjadi anggota Polri," pungkasnya.(*)


Bukittinggi, Matacompas.com-- Kamis pagi  pasukan satlantas laksanakan Operasi lilin Singgalang di halaman mapolresta bukitinggi . 

Ratusan personel gabungan Polreta Buktinggi , Polisi Militer , Dinas Perhubungan, Satpol Pp, dan lembaga lainnya .Operasi ini tidak hanya dilakukan di Bukittinggi , tetapi juga disosialisasikan secara luas ke seluruh Indonesia antara tanggal 22 Desember hingga 2 Januari 2022 . 

Selama pelaksanaan oeparasi petugas gabungan yang terlibat, menyembunyikan kegiatan pre-emtif dan preventif secara humanis serta penegakan hukum secara tegas dan profesional, kata Kapolresta Bukittinggi AKBP Wahyuni ​​Sri Lestarai .Sehingga setiap orang dapat merayakan natal dan tahun baru dengan rasa damai dan harmonis . 


Kapolresta juga memperingatkan orang - orang yang tertinggal bahwa rencana tahun ini tidak mengikuti jalannya acara yang biasa , membuat mereka ragu - ragu dan agak tidak siap menghadapi perubahan mood masyarakat umum .


orang yang bias diharapkan untuk mengidentifikasi Anda dalam setiap kasus yang muncul . 

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.