Bullying Penyakit Masyarakat, Generasi Harus Diselamatkan

Remaja hari ini diserang dari segala lini

Sekolah hanya bertumpu pada akademik, keluarga alpa terhadap pengasuhan, media sosial begitu bebas, dan lemahnya sanksi


Penulis Iin Indrawati

Pegiat Literasi 


Matacompas.com, OPINI -- Aksi perundungan remaja di Kota Bandung viral di media sosial Instagram. Pelaku melakukan perundungan dengan cara memukul korban sehingga menjerit, kemudian menyiarkannya secara langsung di akun TikTok. Peristiwa itu berlangsung di wilayah Mekarwangi, Kota Bandung. 


Dari video perundungan viral ini, terlihat pelaku mengucapkan kalimat tidak seronok dengan menggunakan bahasa Sunda. Pelaku mengancam dan memukul korban, meminta korban untuk membuka pesan WhatsApp sambil diiringi kalimat yang mengancam korban. Namun, korban dalam video itu tidak membuka aplikasi percakapan dan sedikit memberikan perlawanan. Pelaku merasa kesal melihat korban melawan, dan akhirnya memukul kepalanya dengan botol. Pelaku kemudian membuat siaran langsung di akun Tiktoknya sambil mengatakan dirinya memiliki paman seorang jenderal dan menyebutkan nama seseorang. Dia menyatakan hal itu sembari makan mie instan dengan ditemani beberapa orang temannya. Pelaku mengaku dirinya tidak pernah meminta tolong kepada pamannya sekalipun seorang jenderal. Dia tidak takut apabila harus masuk penjara akibat perbuatannya (IDN Time, 27/4/2024).


Kapolsek Bojongloa Kidul Ari Purwantono menyatakan bahwa petugas telah datang ke tempat kejadian perkara dan didapati bahwa korban merupakan anak di bawah umur. Oleh karena itu, aparat bekerja sama dengan unit PPA Polrestabes Bandung untuk menyelidiki hal itu.        


Aksi perundungan yang dilakukan secara terbuka atau live menggambarkan bahwa saat ini kejahatan tidak dpandang sebagai sesuatu yang buruk, bahkan dianggap keren. Sikap ini menunjukan adanya kesalahan dalam proses berpikir.


Sebenarnya, jika ditelisik, akar persoalannya adalah adanya nilai-nilai kehidupan yang lahir dari paham sekuler, yakni memisahkan agama dari kehidupan. Sekularisme mendogma masyarakat untuk hidup tidak di bawah aturan Allah Swt.. Sekularisme ini bukan hanya diemban oleh individu, tetapi juga oleh negara. 


Termasuk juga para pelajar, mereka terus dididik untuk pintar dalam akademik tanpa disertai ketakwaan. Anak dididik bebas melakukan apa pun asal ia senang. Pornografi dan kekerasan menjadi teman bermain mereka. Inilah yang menjadi bibit maraknya kasus perundungan. Ditambah dengan keluarga yang acuh, ayah dan ibu sibuk bekerja, sehingga anak-anak kekurangan kasih sayang, jadilah mereka mencari eksistensi dan kesenangan di luar rumah.


Remaja hari ini diserang dari segala lini. Sekolah hanya bertumpu pada akademik, keluarga alpa terhadap pengasuhan, media sosial begitu bebas, dan lemahnya sanksi. Semua inilah yang menjadi faktor pendorong terjadinya perundungan. Aktvitas amar ma’ruf nahi munkar pun tidak lagi menjadi pengontrol aktivitas masyarakat, sehingga masyarakat menjadi individualis, materialis, dan liberal.


Negara berideologi kapitalisme sekulerisme abai terhadap urusan rakyat, termasuk rusaknya perilaku buruk generasi, bahkan membiarkan mereka berkiblat kepada gaya hidup Barat yang bebas dan membiarkan konten-konten media yang mengajarkan kekerasan bebas diakses. Akibatnya, manusia menjadi minim empati dan tega menyakiti orang lain. Ditambah sanksi yang tidak menjerakan.


Perundungan adalah salah satu penyakit sosial yang lahir dari peradaban Barat yang sekuler dan liberal. Nilai hidup yang tidak diambil dari Sang Pencipta dan perbuatan yang serba bebas telah menjadikan manusia rusak. Pada dasarnya, manusia adalah makhluk lemah dan serba terbatas. Jika dibiarkan hidup tanpa aturan agama, mereka akan hancur.


Islam mempunyai sistem yang mampu mencegah terjadinya perilaku buruk dalam masyarakat. Generasi yang berkualitas sebagai pembangun peradaban yang mulia yang jauh dari perilaku bullying akan terwujud dalam sistem yang benar yaitu khilafah.


Khilafah akan menerapkan sistem pendidikan berbasis akidah islam yang akan membentuk individu-individu yang berkepribadian Islam, yaitu pola pikir dan pola sikapnya Islami. Kepribadian seperti ini akan menjauhkan dari perilaku bullying, sebab standar perbuatannya adalah syariat Islam.


Generasi yang berkepribadian Islam akan sibuk mengejar kebaikan di dunia dan kebahagiaan di akhirat. Mereka akan fokus mempelajari tsaqofah Islam sebagai ilmu kehidupan dan menjadi ilmuwan yg karyanya bermanfaat bagi umat sekaligus berdakwah mencerdaskan umat untuk berjihad di jalan Allah. Terbentuknya generasi seperti ini harus didukung oleh masyarakat yang gemar beramar ma’ruf nahi munkar yang berlomba-lomba dalam kebaikan. Inilah yang dinamakan masyarakat Islami.


Untuk menciptakan masyarakat Islam, khilafah harus menerapkan aturan-aturan Islam, termasuk melarang media menyajikan tayangan-tayangan yang tidak berfaedah. Media haruslah menyajikan hal yang edukatif dan menciptakan suasana yang dapat meningkatkan ketakwaan. 


Islam menjadikan suatu kemaksiatan sebagai suatu kejahatan yang harus diberi sanksi tegas dan membuat jera. Oleh karena itu, dalam sistem ini, pelaku perundungan harus diberi sanksi berdasarkan ketentuan syariat. Hal ini akan mencegah seseorang berbuat kejahatan yang serupa.


Islam sebagai agama yang sempurna akan mampu menghilangkan semua penyakit sosial yang lahir dari Barat, termasuk bullying. Seluruh elemen bekerja secara bersamaan berdasarkan satu asas, yaitu aturan Islam. 


Generasi dengan kepribadian tangguh dan mulia yang akan membangun peradaban hanya akan terbentuk dalam Islam kaffah yaitu khilafah Islamiyah. Wallahu a’lam.

Bullying Penyakit Masyarakat, Generasi Harus Diselamatkan

Labels:

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.