Remaja kok Tawuran?

Meski bertabur lembaga pendidikan Islam, yang bertujuan sebagai solusi alternatif untuk mencetak generasi bertakwa, tetapi bukan jaminan generasi tidak berperilaku negatif

Hal ini menunjukan kegagalan dalam mentransfer nilai nilai moral yang sudah diberikan


Penulis Tinie Andryani

Ibu rumah tangga


Matacompas.com, OPINI -- Beberapa waktu lalu, belasan remaja telah diamankan oleh Polisi setelah diduga akan terlibat tawuran di wilayah Kampung Muara Ciwidey, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung Pada Minggu (17/3/2024)dini hari.


Dikutip dari sebuah media online OKENEWS, Setelah Mendapatkan laporan dari warga sekitar, Polisi langsung dengan cepat mendatangi lokasi dan mendapati dua kelompok remaja yang hendak tawuran. Polisi langsung menangkap 12 remaja tersebut  sekitar pukul 00.15 WIB. Setelah penangkapan dilakukan, belasan remaja tersebut digiring ke Polsek untuk dimintai keterangan.


Ironisnya Tawuran dikalangan remaja semakin hari semakin merebak, aksi brutal dan tindak kriminal di kalangan remaja bukan hanya sekali ini saja tetapi sudah berulang kali terjadi. Artinya solusi preventif dan kuratif tidak efektif. Apalagi selama sistem yang diterapkan masih mendominasi kehidupan saat ini.


Pada aspek pendidikan, pola penyusunan kurikulum dipengaruhi oleh sistem yang yang diterapkan saat ini yaitu sistem sekuler. Sistem ini menafikkan aturan agama, tentunya itu akan mempengaruhi pola pengajaran di sekolah. Oleh sebab itu, output pendidikan dan tujuan pendidikan menjadi tidak sinkron. Salah satu contoh point yang tertulis dalam UU Sisdiknas disebutkan bahwa tujuan pendidikan nasional ialah membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa yang bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia dan berilmu, akan tetapi pada realitasnya UU tersebut hanya sebatas wacana belaka.


Jelas bahwa, kurikulum sekularisme tak mampu mencetak generasi bermartabat, bertakwa, dan berakhlak mulia. Sementara porsi pendidikan Islam dalam struktur kurikulum pendidikan sekularisme begitu minim. Meski bertabur lembaga pendidikan Islam, yang bertujuan sebagai solusi alternatif untuk mencetak generasi bertakwa, akan tetapi hal ini bukan jaminan untuk generasi agar tidak berperilaku negatif. Hal ini menunjukan kegagalan dalam mentransfer nilai nilai moral yang sudah diberikan.


Jika generasi rusak peradaban manusia hari ini pun ikut rusak. Oleh karena itu generasi unggul hanya bisa terwujud jika sistem pendidikannya bertujuan membentuk manusia cerdas iptek sekaligus kaya imtak (iman dan takwa).


Hal ini hanya bisa diwujudkan dengan sistem pendidikan berbasis akidah Islam. Sistem akidah Islam terbukti sukses membangun manusia unggul dari pola pikir dan pola sikap. 


Terkait hal ini, Islam memiliki sejumlah mekanisme menyeluruh untuk mewujudkan generasi berkepribadian mulia. Dengan menerapkan sistem pendidikan berbasis akidah Islam, yang dengannya seluruh mata pelajaran akan berkesinambungan dengan peningkatan keimanan seorang hamba kepada Allah taala.


Negara dalam sistem Islam mendukung penuh aspek pendidikan dengan memberikan akses pendidikan untuk seluruh rakyat secara gratis, dan menjadi kewajiban bagi negara untuk memfasilitasinya tanpa memungut biaya apapun alias gratis. Didukung juga oleh suasana lingkungan dan masyarakat yang kondusif. Negara tidak menoleransi segala bentuk pemikiran dan pemahaman asing yang rusak dan merusak.


Dan jika terbukti ada tindak kejahatan maka, negara akan memberikan sanksi tegas bagi pelaku kejahatan. Sanksi yang diberikan adalah tindakan kuratif yang bisa memberikan efek nyata dan membuat pelaku jera sehingga ia tidak akan pernah berfikir untuk mengulangi kejahatannya. Setiap pelaku kejahatan yang sudah terkategori balig (dewasa) dan mukalaf (orang sudah terbebani oleh hukum syarak) maka sanksi itu akan diterapkan sesuai aturan syarak.


Maka dari itu, untuk mewujudkan generasi unggul dibutuhkan sistem yang mendukung. Tanpa sistem yang betul-betul memadai, segala upaya untuk menciptakan generasi yang berkualitas akan terhambat. Oleh karena itu, menyelamatkan dan melindungi generasi dari kerusakan hanya bisa dilakukan dengan menerapkan sistem Islam secara menyeluruh, dalam sebuah institusi negara yaitu sistem pemerintahan Islam.

Wallahualam bissawab. []

Remaja kok Tawuran?

Labels:

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.