Harga Cabe Makin Pedas Masyarakat Makin Tertindas

Negara harusnya memastikan bahan-bahan yang menjadi kebutuhan rakyat mudah didapat dengan harga murah

Bahkan petani pun harus diringankan segala sesuatunya agar bisa maksimal produksinya


Penulis Heni Ruslaeni

Pegiat Literasi 


Matacompas.com, OPINI -- Harga cabe rawit domba di saat bulan Ramadan di kabupaten Bandung dan juga kota Bandung menyentuh Rp100 ribu/kg bahkan lebih. Kenaikan harga ini begitu signifikan karena sebelumnya Rp78 ribu/kg yang berarti naik hingga Rp38 ribu/kg. Sementara cabai merupakan salah satu bahan bumbu pokok bagi masyarakat, sehingga meroketnya harga cabe sangat meresahkan masyarakat.


Menurut pemerintah kenaikan harga cabai disebabkan oleh berbagai faktor di mulai dari permintaan menjelang bulan Ramadan yang makin tinggi dan kegagalan panen karena faktor cuaca. Sehingga pedagang pasar terpaksa menaikkan harga karena menyesuaikan harga dengan pasar induknya.


Para pedagang dan pembeli berharap, harga-harga bisa turun dan kembali normal. Masyarakat pun berharap pemerintah bisa sigap untuk mengambil regulasi jitu sehingga harga cabai cepat stabil, petani untung konsumen nyaman menikmati dan kesejahteraan bisa tercapai. (Hasanah[dot]ID, 03/03/2024)


Sebenarnya, kenaikan harga sudah terjadi semenjak awal tahun. Bahkan kenaikan harga berbagai bahan pokok memang selalu terjadi pada setiap menjelang ramadan ataupun hari besar lainnya. Kenaikannya begitu signifikan, seperti beras, cabe rawit, cabe tanjung, bahkan jagung diikuti telor, ayam, dsb. Inilah fenomena negeri oligarki, di mana yang berkuasa adalah para mafia dan cukong. Negara harusnya memastikan bahan-bahan yang menjadi kebutuhan rakyat harus mudah didapat dengan harga murah. Bahkan petani pun harus diringankan segala sesuatunya agar bisa maksimal produksinya. Pupuk, bibit, kondisi lahan bahkan antisipasi hujan yang berefek gagal tanam dan gagal panen harus bisa diprediksi. Jadi harga-harga mahal termasuk cabe, jelas karena disfungsi negara sebagai raa'iin.


Menurutnya, masyarakat dalam hal ini konsumen perlu memahami bahwa ketika harga cabe tinggi jangan memaksakan untuk membeli tetapi diusahakan menanam sendiri di pekarangan rumah. Pemerintah harus memberdayakan petani lokal untuk mengatur manajemen produksi dan harga lebih stabil. Tanpa peran pemerintah yang menyebabkan pasokan barang melimpah di pasaran. 


Kebijakan di sektor pertanian dapat betul-betul memberdayakan petani dalam rangka menjaga stabilitas harga dan memenuhi kebutuhan industri. Alasannya, lagi-lagi bertambah oleh persoalan biaya produksi, terutama pupuk. Adapun kartu tani yang diperoleh tak bisa dimanfaatkan, harga pupuk bersubsidi faktanya tetap mahal.


Sistem kapitalisme sekulerisme  menjadikan penguasa tidak hadir sebagai pengurus melainkan hanya sebagai regulator. Dan sistem ini terbukti telah gagal menjamin segala kebutuhan rakyat. 


Yang dibutuhkan masyarakat adalah solusi yang benar-benar mampu mengeluarkan dari seluruh problematika hari ini dan solusi itu hanya akan terealisasi jika sistem yang diterapkan adalah sistem Islam yang terbukti mampu menjamin setiap kebutuhan rakyatnya. Di dalam sistem Islam pemerintah menerapkan hukum syariat dalam lini kehidupan untuk menjamin kebutuhan pangan.


Adapun untuk menstabilkan harga berbagai kebutuhan pangan, sistem Islam menerapkan beberapa kebijakan di antaranya, pertama, menjaga ketersediaan stok pangan dengan memaksimalkan produksi pertanian di dalam negeri baik dengan intensifikasi maupun ekstensifikasi pertanian, jika diperlukan impor maka harus memenuhi syarat sesuai panduan syariat. 


Kedua, menjaga rantai tata niaga dengan meniadakan distorsi pasar seperti penimbunan, riba, praktik tengkulak, kartel, dsb. Jika hal tersebut terjadi maka akan dikenakan sanksi hukum yang tegas dan berefek jera sesuai aturan Islam yang pengawasannya dibawah seorang qodu hisbah. Peran negarapun sangat penting dalam membentuk ketakwaan individu dan masyarakat serta negara akan senantiasa memberikan edukasi dalam hal bermuamalah sesuai syariat.

Wallahualam bissawab. []

Harga Cabe Makin Pedas Masyarakat Makin Tertindas

Labels:

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.