Membangun Sistem Pendidikan Handal

Islam memiliki sistem pendidikan yang kuat berasas akidah Islam 

Ukuran kesuksesan tidak lagi berdasarkan materi, tetapi keinginan memperoleh rida Allah Swt. 


Penulis Widya Amidyas Senja Pendidik Generasi


Matacompas.com, OPINI -- “Mengapa dunia ini begini penuh iga manusia busuk? Hanya karena mau hidup lebih sejahtera dari yang lain? Apakah kesejahteraan hidup sama dengan kebusukan? Alangkah sia-sia pendidikan orang tua kalau demikian. Alangkah sia-sia pendidikan agama. Alangkah sia-sia guru dan sekolah-sekolah” - Pramoedya Ananta Toer


Kesejahteraan hidup, dengan standar ukuran kesuksesan berdasarkan materi menjadikan manusia sanggup menempuh cara apapun demi meraih kesuksesan dan kesejahteraan hidup. Mulai dari cara sesuai jalur dan norma yang berlaku di masyarakat, hingga mereka melupakan nya. Dari cara yang halal, hingga cara-cara haram yang tidak diridai Allah Swt.. Tak jarang perilaku menyimpang dari kebenaran terjadi di dunia ini, tak terkecuali kaum remaja yang masih berstatus pelajar.


Di lingkungan pendidikan, begitu beragam dengan berbagai perbedaan status sosial dan finansial. Di era sekuler kapitalis sekarang ini, kesenjangan kerap terjadi yang pada akhirnya memunculkan arogansi bagi pelajar dengan status sosial dan finansial tinggi, sehingga memandang rendah temannya yang berstatus sosial dan finansial di bawahnya dan merasa lebih baik dan lebih terhormat dibandingkan yang lainnya. Di sisi lain, mereka yang memiliki status sosial dan finansial menegah ke bawah, merasa rendah diri, tetapi memiliki keinginan menggebu untuk mengejar status sosial dan finansial yang sesuai dengan keinginannya. Sehingga hal ini berpotensi baginya untuk menhalalkan segala cara, termasuk menjadi pelaku beragam kejahatan.


Seperti yang marak terjadi para remaja usia sekolah belakangan ini. Telah terjadi pelecehan seksual terhadap siswi SMP oleh 10 orang pelaku yang 3 orang diantaranya adalah pelaku yang masih di bawah umur di Lampung utara (Sumber media online bangka[dot]trubunnews). Telah terjadi juga kejadian ‘perang sarung’ atau aksi tawuran yang terjadi di tiga tempat, Pangkal Pinang, dan di Bekasi sampai memakan korban tewas sebanyak 1 orang (Sumber media cnnindonesia dan bangka.tribunnews). Aksi perundungan dan perkelahian siswa SMP di Malang (Sumber media online sindonews).


Maraknya aksi kejahatan yang dilakukan pelajar, mencerminkan gagalnya sistem pendidikan dan kurikulum di dalamnya dalam mendidik generasi yang berkualitas. Selain itu, lingkungan yang rusak juga berpengaruh dalam membentuk kepribadian generasi dan tentu saja karena maraknya tayangan dengan konten hedonisme, kekerasan dan seksual. Berbagai kurikulum pendidikan yang digulirkan dengan berbagai perbedaan sistem di dalamnya. Namun, belum ada satupun kurikulum yang berhasil mencetak generasi unggul dalam akhlak, kepribadian dan karakter. Hal ini dikarenakan asas yang menjadi pijakan adalah asas yang berlandaskan sekulerisme dan kapitalisme. Sehingga generasi yang terbentuk adalah generasi yang lemah iman, yang menggapai asa dengan pandangan materi belaka.


Berbeda dengan sistem pendidikan berlandaskan Islam. Islam memiliki sistem pendidikan yang kuat. Karena berasas akidah Islam dengan metode talkiyan fikriyan yang mampu mencetak generasi yang beriman dan bertakwa. Ukuran kesuksesan tidak lagi berdasarkan materi, tetapi keinginan memperoleh rida Allah Swt. atas segala perbuatan yang dilakukan. 


Sistem pendidikan Islam bersumber pada Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah saw., sehingga dalam proses pembelajarannya begitu sempurna dan bertujuan untuk kemaslahatan dan kebaikan di dunia dan di akhirat, dengan mempelajari dan mengamalkan akan hubungan manusia dengan Allah (hablumminallah), hubungan manusia dengan manusia (hablumminannas) serta hubungan manusia dengan dirinya sendiri (hablumminannafs). Setiap individu yang menerapkannya, senantiasa akan berperilaku baik, saling menyayangi antar umat manusia serta saling mengingatkan dalam ketaatan. Tidak akan ada lagi tindak kekerasan yang terjadi. 


Sistem pendidikan semacam ini hanya dapat diterapkan dalam sistem pemerintahan Islam, yaitu terbentuknya negara Islam yang akan menaungi sekaligus mendidik masyarakatnya secara islami dan menyeluruh dalam berbagai aspek kehidupan, tanpa kepentingan manusiawi yang sifatnya terbatas, lemah dan rentan terjadinya kekeliruan dan menyimpang dari aturan hakiki, yaitu aturan Allah Swt..

Wallaahualam bissawaab[]

Membangun Sistem Pendidikan Handal

Labels:

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.