Kerusakan Generasi, Buah dari Sistem Sekulerisme

Salah satu kurikulum sistem pendidikan Islam, bertujuan untuk mencetak generasi yang memiliki kepribadian Islam

Kepribadian Islam akan menuntun generasi, memiliki pola pikir dan pola sikap yang sesuai dengan syariat Islam


Oleh Vina Meilany

Pendidik Generasi dan Aktivis Muslimah


Matacompas.com, SURAT PEMBACA -- Saat ini kehidupan remaja begitu dekat dengan tindak kriminal. Usia remaja seharusnya menjadi usia yang cemerlang dalam akhlak, kebaikan dan prestasi.


BANGKAPOS, BANGKA (Minggu, 17/03/24) -  Dalam semalam 3 lokasi perang sarung antara remaja terjadi di Pangkalpinang. Pertama perang sarung terjadi di Jalan Gandaria 2, Kelurahan Kacangpedang, Pangkalpinang. Kemudian lokasi kedua perang sarung terjadi di Kelurahan Bukit Besar, sedangkan yang ketiga terjadi di Jembatan Jerambah Gantung.


Mirisnya pelaku perang sarung tersebut mayoritas dilakukan oleh pelajar SMP hingga SMA. Pemuda adalah generasi penerus peradaban. Sebagai aset negara, pemuda seharusnya wajib dijaga, dilindungi, dan dibina sehingga mereka memiliki pola pikir dan pola sikap yang benar. Sayangnya, pola pikir dan pola sikap mengalami kerusakan yang parah pada generasi saat ini. Banyak di antara mereka menjadi pelaku kejahatan. 


Rusaknya generasi tidak bisa dilepaskan dari peran pendidikan. Kurikulum pendidikan saat ini berasas pada sekulerisme, yaitu akidah yang memisahkan agama dari kehidupan. Pendidikan saat ini gagal mencetak generasi yang berkualitas. Generasi hanya dididik menjadi sosok yang pandai dan cerdas dalam ilmu umum dan tujuan materi saja, tetapi minim dalam keimanan dan akhlak. 


Meski masih duduk dibangku SMP atau SMA, mereka sudah menjadi pelaku tindak kriminal seperti pemerkosa atau pelaku tawuran. Hal ini disebabkan didalam benak generasi tidak ada rasa takut terhadap dosa dan perbuatan yang dilarang oleh Allah Swt.. Lingkungan yang sekuler juga mempengaruhi pada kualitas pembentukan kepribadian generasi. Ditambah lagi, tayangan dengan konten kekerasan dan berbalut maksiat. Maka wajar generasi saat ini menjadi pemuda perusak dan gemar melakukan kerusakan. 


Islam adalah Solusi Bagi Generasi


Berbeda ketika diatur dengan sistem Islam yang diterapkan secara praktis oleh negara yang menerapkan Islam secara kafah. Islam mengajarkan untuk tidak memisahkan aturan Allah Swt. dari kehidupan dan Islam juga mewajibkan semua hal dikaitkan dengan aturan Allah Swt..


Keberadaan negara dalam Islam adalah sebagai instansi yang menerapkan hukum Allah Swt. Islam memandang generasi sebagai aset peradaban, karena itu Islam memerintahkan negara berperan untuk menjaga, mendidik dan membentuk generasi yang berkualitas. Untuk mewujudkan hal tersebut, Islam memiliki solusi yang menyeluruh. Di antaranya adalah menerapkan sistem pendidikan berbasis akidah Islam, negara memberikan akses pendidikan untuk seluruh rakyat secara gratis, suasana lingkungan dan masyarakat yang kondusif, menegakkan sanksi tegas bagi pelaku kejahatan.


Salah satu kurikulum sistem pendidikan Islam, bertujuan untuk mencetak generasi yang memiliki kepribadian Islam. Kepribadian Islam akan menuntun generasi, memiliki pola pikir dan pola sikap yang sesuai dengan syariat Islam. Standar mereka bukan lagi kepuasan dan materi, tetapi rida Allah Swt..


Dalam mengamalkan apa yang diperintahkan Allah Swt. mereka akan ikhlas, bersabar dan menjauhi apa yang dilarang Allah Swt.. Mereka akan berupaya terus menerus berlomba dalam amal shalih dan juga meninggalkan kemaksiatan. Selain sistem pendidikan, media dalam Islam akan melarang semua tayangan yang merusak seperti tayangan berbalut kemaksiatan, kekerasan dan sejenisnya.


Demikianlah Islam membentuk generasi berkepribadian Islam yang mulia. Untuk menyelamatkan dan melindungi generasi dari kerusakan, hanya bisa dilakukan dengan penerapan sistem Islam secara kafah.

Wallahualam bissawab. []

Kerusakan Generasi, Buah dari Sistem Sekulerisme

Labels:

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.