KDRT Lagi, Sekularisme Gagal Melindungi Keluarga

 


Dalam naungan Islam, negara menjamin terwujudnya fungsi keluarga yang berlandaskan akidah Islam

Keluarga menjadi pondasi utama dari lahirnya generasi Islam untuk masa depan


Penulis Diah Maelani

Pemerhati Ibu dan Anak


Matacompas.com, OPINI -- KDRT lagi. Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) seolah menjadi lagu lama yang terus berulang. Kita kerap mendengar berita seorang ibu atau anak di bawah umur yang menjadi korban KDRT. Mirisnya, yang menjadi pelaku KDRT adalah ayah atau suami, seorang lelaki yang seharusnya menjadi pelindung berubah menjadi seorang yang penuh emosi dan ringan tangan.


Terbaru, kasus KDRT yang dialami seorang ibu berinisial RFB di Depok. Korban berulang kali dianiaya oleh suaminya yang mantan perwira Brimob. Korban menderita memar di badan hingga mengalami pendarahan dan keguguran ketika usia janin empat bulan. (kompas, 22/03/24).


Kasus KDRT lainnya pun tak kalah miris. Dikutip dari kumparan.com, 22/03/24,seorang kakek di Sumatra Utara tega dengan sengaja mencabuli keponakan perempuannya sendiri yang berumur 11 tahun. Tidak hanya dicabuli, ternyata korban juga pernah disetubuhi. Sementara itu di Deli Serdang, seorang menantu dengan tega membacok mertuanya akibat tidak terima dinasehati, sebab tersangka sering melakukan kekerasan pada istrinya. (kumparan, 22/03/24).


Maraknya kasus KDRT memunculkan pertanyaan di benak kita. Bagaimana perlindungan negara yang dibungkus undang undang sebagaimana yang dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT), serta dalam UU No 17 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak, Pasal 76E juncto Pasal 82 ayat 1? Faktanya, kasus KDRT alih-alih berkurang, kasusnya justru makin sering kita dengar.


Maraknya kasus KDRT jelas membuat prihatin dan menjadi perhatian bagi kita. Di sisi lain, terlihat bahwa masyarakat kita tidak sedang baik-baik saja. Bukti, bahwa sistem kehidupan yang berjalan saat ini bagaikan racun yang mematikan akal dan naluri.


Jika kita telaah, tingginya kasus KDRT serta pelecehan terhadap anak tidak lepas dari rapuhnya ketahanan keluarga yang salah satunya karena fungsi perlindungan dalam keluarga tidak terwujud. Peran ayah yang seharusnya jadi tempat perlindungan dan tempat berkasih sayang jadi salah kaprah akibat tuntutan ekonomi.


Nyata bahwa dalam naungan sistem sekularisme-kapitalisme, menjadikan seorang ayah hanya berorientasi tentang materi saja. Dituntut kerja banting tulang. Meletakkan standar kebahagiaan pada materi sehingga melupakan bahwa peran ayah pun sangat dibutuhkan di dalam keluarga samara. Alhasil, hilangnya kesadaran terhadap perannya masing-masing inilah yang kerap menghilangkan fungsi perlindungan keluarga yang memicu banyak problematika, termasuk kasus KDRT.


Sejatinya, kasih sayang antara suami dan istri, serta antara ayah dan anak adalah fitrah di dalam keluarga. Lantas bagaiamana cara Islam merealisasikannya dalam tatanan keluarga?


Dalam naungan Islam, negara menjamin terwujudnya fungsi keluarga yang berlandaskan akidah Islam. Sebab, keluarga menjadi pondasi utama dari lahirnya generasi Islam untuk masa depan, yakni generasi yang bertakwa kepada Allah Swt. dan takut dengan hukum Allah Swt. sehingga segan untuk menyakiti satu sama lain.


Selain itu, negara sebagai pengurus urusan rakyatnya, niscaya akan bertanggung jawab menjamin terpenuhinya kebutuhan pokok rakyat, seperti sandang, pangan, dan papan, serta kebutuhan pokok publik seperti pendidikan dan kesehatan. Maka menjadi kewajiban negara membuka lapangan kerja seluas-luasnya bagi kaum laki-lagi agar mampu memenuhi kebutuhan keluarganya. Sehingga masalah ekonomi yang kerap menjadi pemicu KDRT tidak lagi ada. 


Syariat pun secara jelas akan memberikan sanksi yang tegas dan membuat jera bagi siapa saja pelaku kejahatan. Hukuman yang diberikan pada pelaku setimpal dengan apa yang dilakukan, seperti ketika membunuh berlaku hukum qisas, hingga yang terberat hukuman membunuh adalah dihukum mati.


Inilah cara Islam menguatkan bangunan keluarga. Keluarga menjadi kokoh sebab peran setiap anggota keluarga berjalan secara ideal. Peran ayah akan lebih maksimal dalam menghidupi keluarganya secara makruf, serta  mampu melindungi anggota keluarganya. Sebab, negara telah menjamin kesejahteraan rakyatnya. Inilah sistem yang dirindukan umat hari ini, yakni sistem Islam yang diterapkan secara menyeluruh dalam bingkai negara. Wallahualam bissawab. []

KDRT Lagi, Sekularisme Gagal Melindungi Keluarga

Labels:

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.