Jelang Ramadan Harga Pangan Kian Jadi Primadona

Sistem ini lebih mengutamakan keuntungan tanpa memedulikan penderitaan orang lain

Sistem ini telah memberikan perspektif yang salah dalam memaknai bulan suci Ramadan


Penulis Lia April

Pendidik Generasi


Matacompas.com, OPINI -- Rasulullah saw. dalam salah satu petikan khutbahnya ketika akan memasuki bulan Ramadan bersabda, “Wahai manusia! Sesungguhnya kamu akan dinaungi oleh bulan yang senantiasa besar lagi penuh keberkahan yaitu bulan yang di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan, bulan yang Allah telah menjadikan puasanya suatu fardu dan qiyam pada malam harinya suatu tathawwu’. Barang siapa mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu pekerjaan kebajikan di dalamnya, samalah dia dengan orang yang menunaikan suatu fardu di dalam bulan yang lain. Ramadhan itu adalah bulan sabar, sedangkan sabar itu adalah bulan memberi pertolongan (syahrul muwasah) dan bulan Allah memberikan rezeki kepada mukmin didalamnya.” (HR. Ibnu Huzaimah)


Bulan suci Ramadan adalah bulan yang sangat dinantikan kedatangannya oleh seluruh umat muslim di seluruh dunia. Begitu pun di negeri ini. Demi menyambut bulan suci Ramadan, masyarakat mempersiapkan segala sesuatunya termasuk memenuhi segala kebutuhan pangan. Masyarakat cenderung akan berbelanja lebih banyak demi persiapan Ramadan. Hal demikian menyebabkan permintaan menjadi naik sehingga harga pangan pun menjadi naik setiap kali menjelang bulan suci Ramadan. Bahkan, hal ini sudah menjadi suatu tradisi yang berulang di setiap tahunnya.


Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan harga komoditas pangan akan mengalami inflasi pada bulan Ramadan. Hal ini merupakan situasi musiman seperti tahun-tahun sebelumnya. (CNBC Indonesia Media online)


Habibullah mengatakan, kenaikan harga itu disebabkan permintaan yang meningkat pada bulan Ramadan. Adapun, beberapa komoditas yang berpotensi naik di antaranya, daging ayam, minyak goreng, dan gula pasir. Dia bilang kenaikan harga-harga komoditas tersebut akan mendorong tingkat inflasi secara umum.


Mengapa hal ini kerap terjadi? Mengapa harga pangan selalu menjadi primadona jelang bulan Ramadan?


Tidak lain dan tidak bukan hal ini disebabkan oleh sistem ekonomi yang diterapkan saat ini, yaitu sistem ekonomi kapitalisme. Kalau kita melihat dari hukum permintaan dan penawaran maka dalam teori ekonomi kapitalisme ketika permintaan naik maka harga pun akan ikut naik pula. Dalam sistem ini peran negara pun hanya sebagai regulator saja. Sistem ini lebih mengutamakan keuntungan tanpa memedulikan penderitaan orang lain. Sistem ini telah memberikan perspektif yang salah dalam memaknai bulan suci Ramadan. 


Hal ini berbanding terbalik dengan Islam. Dalam bulan suci Ramadan Islam mendorong setiap umat muslim senantiasa khusyuk beribadah dan beramal salih demi menggapai rida Allah Swt..


Peran negara pun sebagai pelayan masyarakat (ra’in) sangat berpengaruh dalam menciptakan kenyamanan setiap masyarakat dalam beribadah dan beramal salih tanpa harus memikirkan melonjaknya harga pangan. Karena dalam Islam pangan merupakan kebutuhan dasar yang harus dipenuhi.


Negara pun ikut serta dalam mengatur dan mengawasi serta memperhatikan mekanisme pasar hingga masyarakat bisa memenuhi kebutuhan pangannya dengan harga terjangkau. Dalam Islam ketika negara ikut andil di dalamnya maka kenaikan harga pangan jelang Ramadan, penimbunan barang, monopoli dan lain sebagainya tidak akan terjadi.


Ketika syariat Islam telah diterapkan di semua aspek kehidupan, maka akan terbentuk kepribadian yang Islami dalam setiap diri seorang muslim dan kesejahteraan masyarakat pun dapat terwujud. Sehingga, masyarakat yang miskin tidak akan disibukkan dengan mencari nafkah demi memenuhi kebutuhan pangan nya dan yang kaya tidak akan disibukkan dengan sifat konsumtif nya. Masyarakat akan memanfaatkan bulan suci Ramadan dengan berbagai amal ibadah sesuai dengan tuntunan dari Allah dan Rasul-Nya. Semuanya difokuskan dengan ibadah lillahi ta’ala.

Wallahualam bissawab. []

Jelang Ramadan Harga Pangan Kian Jadi Primadona

Labels:

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.