Remaja Pelaku Pembunuhan, Potret Buram Generasi

 


Kehidupan pergaulan remaja yang bebas tanpa memperhatikan rambu-rambu aturan agama, ditambah dengan pengaruh tontonan dan permainan game yang penuh kekerasan, mengakibatkan perilaku remaja menjadi tidak terkendali

Mereka mudah sekali melakukan tindak kekerasan, seperti tindak kekerasan seksual, pembulian, sampai melakukan pembunuhan


Penulis Siti Supatmiati

Pegiat Literasi 


Matacompas.com, OPINI -- Sungguh memprihatinkan kondisi masyarakat saat ini. Banyak sekali terjadi kejahatan salah satunya pembunuhan. Di mana nyawa seorang manusia seperti sudah tidak memiliki nilai apapun. Hanya karena persoalan kecil, seseorang dapat melakukan kekerasan bahkan sampai menghilangkan nyawa orang lain. Semua itu dilakukan hanya untuk memuaskan hawa nafsunya.


Seperti halnya yang terjadi baru-baru ini di Kalimantan Timur, di mana terjadi pembunuhan yang dilakukan terhadap satu keluarga. Sebagaimana yang diberitakan oleh, Republika, bahwa "Kepolisian Resor Penajam Paser Utara (PPU) Kalimatan timur, mengungkapkan kasus pembunuhan oleh seorang remaja berinisial J (16 tahun) terhadap satu keluarga berjumlah lima orang. Diduga motif pembunuhan yang terjadi di Desa Babulu Laut, kecamatan Babulu karena persoalan asmara dan dendam pelaku terhadap korban. Dimana pelaku dan korban saling bertetangga". Remaja berinisial J ini masih duduk dibangku SMK, dimana 20 hari lagi usianya 17 tahun. Adapun yang melatar belakangi pembunuhan ini adalah adanya masalah ayam, kemudian juga korban meminjam helm lebih dari tiga hari, dan hubungan asmara pelaku dengan anak pertama korban yang tidak direstui, karena sudah  memiliki calon pasangan. Setelah membunuh, pelaku juga memperkosa ibu beserta anak pertamanya, ungkap Kapolres PPU AKBP Supriyanto, saat dikonfirmasi. (Kamis, 8 Februari 2024).


Masih banyak kasus-kasus kekerasan lain yang terjadi di Indonesia. Berdasarkan data Kementrian dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) pada tahun 2023, ada 19.593 kasus kekerasan yang tercatat di seluruh Indonesia. Dan sebagian besar pelaku dan korbannya dari kalangan remaja.


Banyaknya remaja yang menjadi pelaku serta korban kejahatan, dikarenakan pergaulan remaja sekarang begitu bebas, mereka tidak mau terikat dengan aturan yang membatasi pergaulannya. Seperti campur baur dalam bergaul antara laki-laki  maupun perempuan. Mereka juga tidak memperhatikan pakaian yang dipakainya apakah sudah menutupi auratnya dengan baik atau tidak. Mereka berpakaian mengikuti gaya trend saat ini meskipun itu harus mengumbar auratnya. Sikap dan pemikiran remaja sekarang cenderung mengikuti gaya asing yang bersifat libralisme. Seperti meniru gaya remaja Korea, Amerika, dan sebagainya. Dengan Pengaruh sistem Kapitalisme liberalisme ini membuat sikap remaja sekarang semakin jauh dari aturan agama (sekuler). Mereka hidup bebas sebagaimana paham Demokrasi yang dianut oleh sistem ini dengan empat pilar kebebasan di antaranya kebebasan pergaulan.

 

Selain itu menurut Sosiolog Universitas Indonesia Ida Ruwaida mengatakan bahwa timbulnya sikap perilaku agresif hingga melakuan tindak kekerasan dikalangan remaja mengindikasi adanya patologi sosial. Patologi sosial merupakan perilaku yag bertentangan dengan norma kebaikan, norma agama, stabiliitas lokal. Perilaku ini timbul karena banyak anak remaja yang bermain game kekerasan atau film. Dan adanya rasa terasing atau tersisihkan di masyarakat, serta tingkat ketakwaan yang masih rendah pada para remaja. Hal ini terjadi pada remaja yang kurang mendapatkan perhatian dari orang tua, terutama dalam hal pendidikan agama dalam upaya membangun ketakwaan yang tinggi pada setiap remaja.


Kehidupan pergaulan remaja yang bebas tanpa memperhatikan rambu-rambu aturan agama, ditambah dengan pengaruh tontonan dan permainan game yang penuh kekerasan, mengakibatkan perilaku remaja menjadi tidak terkendali, sehingga mudah sekali melakukan tindak kekerasan, seperti tindak kekerasan seksual, pembulian, sampai melakukan  pembunuhan. Bahkan sikap dan perbuatannya seringkali kurang beradab sekalipun pada orang tua. 


Dalam menghadapi pergaulan remaja yang penuh dengan kekerasan, Islam sebagai agama yang sempurna memberi solusi terbaik bagi permasalahan remaja ini.


Islam senantiasa menjaga kehidupan laki-laki maupun perempuan, baik usia muda maupun tua. Sebagaimana diatur dalam surat An-Nur ayat 30 untuk laki-laki dan ayat 31 untuk perempuan yang artinya "Katakanlah pada laki-laki yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, yang demikian itu lebih suci bagi mereka, sungguh Alloh Maha mengetahui apa yang mereka perbuat." (An-Nur: 30).


Dan An-Nur ayat 31 yang artinya "Dan katakanlah pada perempuan yang beriman agar menjaga pandangan, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakan perhiasan (auratnya), kecuali yang biasa terlihat…". 


Begitulah Islam mengatur bagaimana pergaulan antara laki-laki dan perempuan. Islam melarang adanya campur baur dalam pergaulan antara laki-laki dan perempuan sehingga dapat terhindar dari perbuatan fahsya (seperti perzinahan, LGBT, dan sebagainya). 


Islam juga mengatur bagaimana berakhlak mulia sebagaimana yang tercantum dalam Al-Qur'an, dan perbuatan yang dicontohkan oleh Rasulullah saw., baik sikap pada orang tua, maupun pada sesama manusia. Seperti dalam surat Al Isra ayat 23 yang artinya:

"Dan TuhanMu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu dan bapak. Jika salah seorang diantara keduanya  atau kedua-duanya berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka janganlah sekali-kali engkau mengatakan kepada keduanya perkataan " ah " dan janganlah engkau membentak keduanya dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik". Alloh Swt. memerintahkan untuk bersikap dan berkata dengan baik pada orang tua, sehingga tidak akan terjadi anak berbuat kasar pada orang tuanya apalagi sampai membunuh. Begitu juga perilaku yang dicontohkan oleh Rasulullah seperti sikap jujur, amanah, fathonah (cerdas) dan tablig (menyampaikan).


Dalam Islam nyawa seorang muslim itu begitu terjaga, sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Maidah ayat 32 yang sebagian artinya: "Membunuh seorang manusia seakan-akan membunuh seluruh manusia. An-Nisa ayat 93 yang artinya "Allah akan memasukan pembunuh orang beriman dengan sengaja ke neraka Jahanam dan kekal didalamnya. Allah murka dan melaknat, dan menyediakan siksa yang besar padanya."


Sungguh Islam begitu menjaga kehidupan setiap  manusia, sehingga apabila setiap manusia memahami dan mengamalkan  setiap apa yang menjadi perintah Alloh Swt., pasti kehidupan setiap manusia lebih terjaga. Termasuk para remaja apabila dalam pergaulannya mengikuti semua aturan yang diperintahkan Allah Swt. dan yang dicontohkan oleh Rasulullah saw., tidak akan terjadi banyak kekerasan bahkan pembunuhan di masyarakat. 

Wallahualam bissawab. []

Remaja Pelaku Pembunuhan, Potret Buram Generasi

Labels:

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.