Pengelolaan Limbah Sampah Plastik Butuh Solusi Mendasar

Islam mengharuskan negara menjalankan fungsinya sebagai pengurus rakyat termasuk dalam mengedukasi bahaya plastik

Negara juga akan mengembangkan riset terpadu untuk menemukan teknologi mutakhir, baik dalam menyediakan kemasan alternatif yang ramah lingkungan, maupun dalam menghasilkan terknologi pengolah sampah yang mumpuni


Penulis Melta Vatmala Sari

Mahasiswa Universitas Jambi


Matacompas.com, OPINI -- Persoalan sampah plastik telah menjadi isu global. Penggunaan produk sampah plastik secara tidak ramah lingkungan menyebabkan berbagai masalah lingkungan hidup yang serius. Sampah plastik tidak hanya menimbulkan masalah di perkotaan, tetapi juga sungai dan lautan. 


Tumpukan sampah adalah bukti kelalaian negara dan rendahnya kesadaran rakyatnya akan bahaya plastik. Rakyat dengan mudah menggunakan bahan/wadah plastik yang harganya lebih murah. Selain itu, fakta tersebut menunjukkan lemahnya inovasi di negeri ini.


Dalam daulah Islam sampah itu didaur ulang atau pemerintah menyediakan tempat dalam pembuangan sampah. Pemerintah juga memberikan ketegasan kepada ummat agar membuang sampah pada tempat yang telah disediakan agar sampah tidak bertumpukan di mana-mana seperti di kolong jembatan, tepi jalan, tidak membuang sampah di sungai dan di laut. Sistem Islam sangat memperhatikan hal-hal kecil karena Islam ingin ummat manusia merasa nyaman dalam beribadah juga menjalani aktivitas kehidupan sehari-hari.


Gejala akibat adanya penumpukan sampah


Tumpukan sampah yang terlalu banyak bisa menimbulkan penyakit seperti sakit tenggorokan karena saluran pernapasan terganggu, dengan bau sampah yang tidak sedap, akibat tumpukan sampah terlalu banyak membuat lingkungan menjadi kumuh, jadi menimbulkan banyak binatang yang menjijikan contoh cacing, kalajengking dan lipan yang menggigit tubuh manusia.


Gejala tumpukan sampah di lautan yakni jika banyak sampah bertumpukan di lautan membuat bahaya bagi binatang di lautan sebab air laut tidak bersih sehingga binatang yang berada di lautan terganggu dalam pernapasan juga minumannya.


Hal ini karena kurangya ketegasan masyarakat dan pemerintah dalam mengatasi tumpukan sampah juga dalam pengolahan sampah, hingga masyarakat banyak membuang sampah di sungai. Dengan membuang sampah di sungai mengakibatkan banjir dan tidak ada aliran air yang bersih.


Pada tahun 2023 indonesia menghasilkan 12,87 juta ton sampah plastik. Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), saat ini sampah plastik menjadi salah satu isu yang sangat serius dihadapi oleh indonesia. 


Sumber info melalui katadata, pemerintah provinsi Jawa Barat mencatat bahwa jumlah sampah plastik sebanyak 25 ribu ton sampah di Bandung raya yakni kota Bandung, Cimahi, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Bandung Barat masih banyak tumpukan sampah di TPS dan sejumlah lainnya akibat area utama TPA sarimukti masih terbakar. 


Dengan melihat kondisi tersebut menyebabkan penanganan sampah plastik menjadi fokus utama dalam setiap hari peduli sampah nasional (HPSN) di tahun 2024 yang diperingati setiap tanggal 21 Pebruari. Sampah plastik ada 12,87 juta ton per tahun berdasarkan perhitungan yang belum dipilah. Data dari SIPSN di tahun 2023. Karena dengan banyaknya sampah plastik di kota Bandung banyak korban jiwa seperti yang terjadi tahun lalu.


Hal ini mengajak masyarakat berpartisipasi untuk lebih peduli lagi dalam menangani sampah plastik, maka seluruh masyarakat harus kerja sama memperkuat stakeholders bagimana menangani masalah sampah plastik tapi dengan cara produktif.


Di sini sudah jelas bahwa sistem hari ini kurang tegas dalam menyikapi masalah kecil saperti sampah, dan pencurian. Tidak ada yang diharapkan lagi untuk bisa membangkitkan Indonesia dari kezaliman yang telah terjadi di tengah-tengah masyarakat selagi masih menganut sistem buatan manusia yang durjana. Mementingkan kepentingan pribadi dari pada kepentingan ummat.


Islam solusi tuntas


Hari ini sampah plastik menjadi perekonomian masyarakat karena dengan sampah plastik mereka menghasilkan uang, belinya sangat murah maka masyarakat juga pemerintah membiarkan sampah berserakan di mana-mana. Supaya para pemulung memilih mereka dan menjual kembali ke pabrik sampah. Mereka tidak mendaur ulang kembali sampah-sampah plastik tersebut, alhasil sampah tetap dibuang di laut, sungai, dan lain sebagainya.


Islam mengharuskan negara menjalankan fungsinya sebagai pengurus rakyat termasuk dalam mengedukasi bahaya plastik.  Negara juga akan mengembangkan riset terpadu untuk menemukan teknologi mutakhir, baik dalam menyediakan kemasan alternatif yang ramah lingkungan, maupun dalam menghasilkan terknologi pengolah sampah yang mumpuni. Negara akan memberikan bantuan khusus untuk Inovasi penyediaan alternatif plastik yang didanai oleh negara.


Islam memandang sampah plastik ini menjadi ancaman (madarat) besar terhadap kelestarian dan kesehatan lingkungan hidup harus dihilangkan. Ajaran islam sangat menganjurkan untuk menghilangkan hal-hal yang membahayakan. Maka dalam hukum Islam menyatakan bahwa hukum mencemarkan lingkungan baik udara, air, dan tanah serta keseimbangan ekosistem jika membahayakan adalah haram dan termasuk perbuatan kriminal (jinayat) dan kalau terdapat kerusakan maka wajib diganti oleh pelaku pencemaran.


Dalam Islam kebersihan itu sebagian dari iman jadi islam sangat menyukai kebersihan tidak suka dengan perkumuhan, kotoran, dan bau bauan. Allah sangat suka jika lingkungan menjadi bersih aman, dan tentram, lingkungan yang bersih hidup menjadi tenang, tenang dalam ibadah serta tenang dalam menghirup udara segar. 


Dikutip dari buku fiqih thaharah ditulis oleh ibnu Abdullah kebersihan lingkungan juga harus dijaga oleh manusia sebab islam melihat bahwa upaya dalam membersihkan lingkungan sebagai salah satu amal mulia. Sehingga allah akan berterima kasih juga memberikan ampunan kepada hamba yang menyingkirkan dahan pohon yeng berserakan. Seperti Rasulullah saw. bersabda:


Artinya: "Ada seorang lelaki yang membuang dahan pohon yang menghalangi jalan, lalu ia berkata, "Demi Allah, aku akan singkirkan dahan ini agar tidak mengganggu dan menyakiti kaum muslimin," maka Allah pun memasukkannya ke surga," (HR. Muslim)

Pengelolaan Limbah Sampah Plastik Butuh Solusi Mendasar

Labels:

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.