Menyoal Pembangunan Pabrik Pupuk, Siapa yang Diuntungkan?


Negara bertanggung jawab menjamin pemenuhan kebutuhan rakyatnya, dalam hal ini menyediakan ketersediaan pupuk untuk para petani

Negara menyediakan pupuk berkualitas dan memastikan rakyat mampu menjangkau harganya, serta memberikan akses yang mudah untuk mendapatkannya


Penulis Eviyanti

Pendidik Generasi dan Pegiat Literasi


Matacompas.com, OPINI -- Untuk memenuhi kebutuhan pupuk organik di tahun 2024 ini, Bupati Bandung wacanakan pembangunan pabrik. Seperti yang dikutip oleh media online rejabar, Ahad (21/01/2024), Bupati Bandung, Dadang Supriatna, mewacanakan membangun pabrik pupuk organik sebagai strategi untuk memenuhi kebutuhan pupuk dan mengatasi permasalahan pupuk organik yang dibutuhkan para petani di Kabupaten Bandung. Menurut beliau, pembuatan pupuk organik itu dengan menggunakan potensi-potensi yang ada di pedesaan Bandung.


Langkah keduanya adalah mengenai kolaborasi antara bahan organik yang ada atau dihasilkan di rumah tangga bisa diolah menjadi pupuk organik. Ia pun mengungkapkan, akan membuat rencana tempat atau pabrik pengolahan pembuatan pupuk organik yang akan bekerjasama dengan BUMD milik Pemkab Bandung.


Namun untuk tahun ini, rencana pengolahan atau pabrik pupuk organik itu baru tahap proses wacana yang tentunya akan ditingkatkan ke perencanaan lebih matang lagi. Selanjutnya, kata Kang DS, pembangunan pabrik dan pengolahan pupuk organik itu akan dikolaborasikan dengan investor yang akan bekerjasama dengan BUMD yang ada di Kabupaten Bandung.


Mengamati fakta di atas seharusnya pembangunan pabrik pupuk bukan sekadar untuk ketersediaan pupuk saja, tetapi juga pupuk mampu diakses oleh seluruh petani dengan mudah dan murah. Jangan sampai pembangunan pabrik pupuk hanya untuk menguntungkan pihak investor. Namun kenyataannya di sistem kapitalis yang diemban negara saat ini, pembangunan pabrik hanya akan menguntungkan para pemilik modal, karena sistem ini meniscayakan negara bertindak sebagai regulator, dan berlepas tangan terhadap tanggung jawabnya. Sudah jelas bukan, siapa yang akan diuntungkan? yakni para pemilik modal yang akan mendapatkan keuntungan besar ketika wacana pembangunan pabrik pupuk ini terlaksana.


Kondisi ini menunjukkan abainya negara dalam memenuhi kebutuhan rakyatnya. Pasalnya, pemerintah hanya mencukupkan diri dengan mewacanakan pembangunan pabrik ketika mengatasi kelangkaan pupuk organik ataupun harga pupuk mahal. Karena solusi ini sejatinya tidak menyentuh akar persoalan. 


Dalam sistem Islam, negara berperan sebagai raa’in atau pengurus umat dan junnah atau pelindung. Hal ini ditegaskan oleh Rasulullah saw., “Imam (khalifah) raa’in (pengurus rakyat) dan ia bertanggung jawab terhadap rakyatnya.” (HR. Ahmad, Bukhari)


“Imam (khalifah) itu adalah perisai tempat orang-orang berperang di belakangnya dan berlindung kepadanya.” (HR. Muslim)


Adapun beberapa kebijakan yang akan diambil oleh pemerintah Islam dalam hal ini di antaranya: 


Pertama, negara akan menjaga ketersediaan pupuk untuk petani, hal ini dilakukan negara untuk menjamin produksi pertanian di dalam negeri agar berjalan maksimal. Kedua, negara akan menjaga rantai tata niaga atau perdagangan, dengan cara mencegah dan menghilangkan segala bentuk distorsi pasar agar harga pupuk tidak mahal. Ketiga, negara akan memberikan sanksi tegas dan berefek jera bagi yang melanggar sesuai dengan hukum Islam.


Negara bertanggung jawab menjamin pemenuhan kebutuhan rakyatnya, dalam hal ini menyediakan ketersediaan pupuk untuk para petani. Negara menyediakan pupuk berkualitas dan memastikan rakyat mampu menjangkau harganya, serta memberikan akses yang mudah untuk mendapatkannya. 


Inilah salah satu gambaran peran negara dalam Islam sebagai pengurus urusan umat dan negara wajib menjalankannya dengan amanah. Sungguh hanya penerapan Islam yang mampu mewujudkan kemaslahatan rakyat. Bersegera tinggalkan sistem kufur ini dan kembali pada sistem yang berasal dari Allah Swt., yakni sistem Islam.

Wallahualam bissawab. []

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.