Tidak Ada Jaminan Keselamatan Transportasi Publik: Fakta dan Realitas yang Mengkhawatirkan


Penyelenggaraan sistem transportasi yang baik membutuhkan kombinasi dari motivasi ekonomi dan tanggung jawab sosial

Mendorong regulasi yang bijaksana, transparansi, dan insentif untuk meningkatkan keselamatan dapat membantu mengatasi beberapa tantangan yang dihadapi dalam menciptakan lingkungan yang aman dan adil bagi pengguna transportasi publik


Penulis Imas Rahayu S.Pd.

Pegiat Literasi 


Matacompas.com, OPINI -- Transportasi publik, yang seharusnya menjadi sarana yang aman dan nyaman bagi masyarakat, seringkali dihantui oleh ketidakpastian keselamatan yang membuat cemas. Fakta-fakta terbaru dari dua kejadian tragis di Indonesia, yaitu tabrakan maut mobil vs kereta feeder dan kecelakaan bus PO Handoyo di Tol Cipali, menunjukkan bahwa kekhawatiran ini bukanlah sekadar isapan jempol. (CNN Indonesia, Selasa 26/12)


Tabrakan Maut Mobil vs Kereta Feeder

Pada 15 Desember 2023, terjadi tabrakan maut antara mobil dan kereta feeder di perlintasan kereta di Cakung, Jakarta. Beberapa fakta yang dapat diambil dari kejadian ini mencakup:

Enam orang tewas dan puluhan lainnya mengalami luka-luka. Meskipun telah terdapat palang pintu perlintasan, terdapat kegagalan dalam sistem palang pintu tersebut yang menyebabkan mobil dapat melintas dan bertabrakan dengan kereta.


Kejadian ini mencerminkan kekurangan dalam pemeliharaan dan pengawasan sistem perlintasan kereta api.


Kecelakaan Bus PO Handoyo di Tol Cipali


Pada waktu yang hampir bersamaan, sebuah bus PO Handoyo mengalami kecelakaan di Tol Cipali, Jawa Barat. Beberapa fakta yang dapat diambil dari kecelakaan ini melibatkan:


Dua belas orang tewas dan puluhan lainnya mengalami luka serius. Bus tersebut terguling di jalan tol, menyebabkan korban yang signifikan. Faktor penyebab kecelakaan tersebut belum sepenuhnya jelas, tetapi kondisi jalan tol dan kemungkinan kelalaian pengemudi menjadi fokus penyelidikan.


Dari dua kejadian tragis ini, dapat kita lihat bahwa tidak ada jaminan keselamatan yang mutlak dalam transportasi publik. Meskipun telah ada regulasi dan sistem pengamanan, faktor-faktor seperti kegagalan teknis, kurangnya pemeliharaan, dan mungkin kelalaian manusia dapat mengakibatkan konsekuensi yang fatal.


Apa Penyebab Banyak Terjadinya Kecelakaan pada Transportasi Publik?


Indonesia yang saat ini mengadopsi sistem kapitalisme, dengan segala dinamikanya, seringkali menjadi pusat perdebatan dalam konteks ekonomi dan pelayanan publik. Salah satu aspek yang perlu diperhatikan adalah bagaimana sistem ini mungkin tidak selalu menjamin keselamatan dalam transportasi publik. Dalam artikel ini, kita akan mengidentifikasi beberapa aspek kritis yang menunjukkan keterbatasan sistem kapitalisme dalam memastikan keselamatan transportasi publik.


1. Fokus pada Profitabilitas daripada Keselamatan

Salah satu kritik terhadap sistem kapitalisme adalah orientasinya yang kuat pada mencari Bu keuntungan. Dalam lingkungan bisnis yang sangat kompetitif, operator transportasi mungkin cenderung memprioritaskan efisiensi biaya dan profitabilitas daripada investasi dalam sistem dan infrastruktur yang dapat meningkatkan keselamatan.


2. Kurangnya Investasi dalam Infrastruktur dan Pemeliharaan

Dalam sistem kapitalis, di mana keputusan bisnis sering diambil berdasarkan pertimbangan keuangan jangka pendek, investasi dalam infrastruktur dan pemeliharaan mungkin sering terabaikan. Infrastruktur yang tua dan rusak serta kurangnya perawatan rutin dapat meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan dalam transportasi publik.


3. Persaingan yang Berlebihan Menekan Standar Keselamatan

Persaingan yang ketat antara operator transportasi dalam sistem kapitalis dapat menghasilkan tekanan untuk menurunkan biaya produksi dan meningkatkan efisiensi. Hal ini dapat membawa dampak pada penurunan standar keselamatan karena operator mungkin mencari cara untuk menghemat biaya tanpa mengorbankan profitabilitas mereka.


4. Minimnya Regulasi dan Pengawasan

Dalam sistem kapitalis yang lebih liberal, pemerintah mungkin cenderung meminimalkan regulasi dan pengawasan terhadap industri transportasi. Kurangnya pengawasan ini dapat membuka celah bagi pelanggaran aturan keselamatan oleh operator yang mungkin lebih fokus pada keuntungan daripada keamanan.


5. Tidak Adanya Insentif untuk Keberlanjutan dan Inovasi Keselamatan

Dalam usaha untuk mempertahankan atau meningkatkan laba, operator transportasi mungkin tidak merasa terdorong untuk mengadopsi teknologi dan inovasi keselamatan yang mungkin memerlukan investasi besar. Ketika tidak ada insentif yang cukup, implementasi teknologi keselamatan terbaru mungkin terhambat.


6. Kesenjangan Akses dan Pelayanan Keselamatan

Dalam sistem kapitalis, akses ke transportasi yang aman dan layanan keselamatan mungkin tidak merata. Operator transportasi dapat cenderung memberikan pelayanan keselamatan lebih baik kepada pelanggan yang mampu membayar lebih, meninggalkan kelompok yang lebih rentan dan tidak mampu dengan akses yang terbatas.


Penyelenggaraan sistem transportasi yang baik membutuhkan kombinasi dari motivasi ekonomi dan tanggung jawab sosial. Mendorong regulasi yang bijaksana, transparansi, dan insentif untuk meningkatkan keselamatan dapat membantu mengatasi beberapa tantangan yang dihadapi dalam menciptakan lingkungan yang aman dan adil bagi pengguna transportasi publik.


Solusi Secara Islam untuk Menjamin Keselamatan Transportasi Publik


Transportasi publik adalah sarana yang sangat vital dalam kehidupan masyarakat perkotaan, namun masalah keselamatan yang seringkali muncul menimbulkan kekhawatiran dan risiko bagi para pengguna. Dalam perspektif Islam, keselamatan dan kesejahteraan masyarakat adalah prioritas utama. Bagaimana Islam menawarkan solusi untuk mengatasi masalah jaminan keselamatan dalam transportasi publik? Mari kita eksplorasi beberapa prinsip utama yang dapat diadopsi.


1. Prinsip Tanggung Jawab Bersama (Ta'awun)

Dalam Islam, konsep ta'awun atau tanggung jawab bersama sangat ditekankan. Pemerintah, operator transportasi, dan masyarakat memiliki tanggung jawab bersama untuk memastikan keselamatan dalam transportasi publik. Pemerintah perlu menetapkan regulasi yang ketat, operator transportasi berkewajiban untuk menjaga kendaraan dan infrastruktur, sementara masyarakat diharapkan untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga keselamatan dengan mematuhi aturan dan memberikan masukan.


2. Pendidikan dan Pelatihan Berbasis Etika

Islam mendorong pendidikan yang holistik, termasuk pendidikan etika. Solusi untuk meningkatkan kesadaran keselamatan transportasi adalah melalui pendidikan dan pelatihan yang berfokus pada etika berkendara. Para pengemudi transportasi publik perlu memahami nilai-nilai moral Islam terkait dengan keselamatan, tanggung jawab, dan penghormatan terhadap nyawa manusia.


3. Keadilan dan Penegakan Hukum yang Adil

Prinsip keadilan dalam Islam menekankan perlunya penegakan hukum yang adil. Pelanggaran terhadap aturan keselamatan harus dihukum sesuai dengan ketentuan hukum Islam. Dengan adanya sanksi yang tegas, diharapkan dapat mendorong kesadaran akan pentingnya mematuhi peraturan keselamatan.


4. Pemberdayaan Masyarakat Melalui Shura (Musyawarah)

Konsep musyawarah atau diskusi bersama dalam Islam dapat diterapkan untuk melibatkan masyarakat dalam perencanaan dan pengambilan keputusan terkait transportasi publik. Dengan melibatkan masyarakat, solusi-solusi yang lebih inklusif dan sesuai dengan kebutuhan lokal dapat ditemukan.


5. Dana Filantropi untuk Keselamatan Transportasi

Dana dari zakat dan sedekah dapat diarahkan untuk mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan keselamatan transportasi. Filantropi Islam dapat digunakan untuk membangun infrastruktur yang aman, menyelenggarakan pelatihan keselamatan, dan memberikan dukungan sosial bagi korban kecelakaan.


6. Pembangunan Infrastruktur yang Aman dan Ramah Lingkungan

Dalam Islam, kelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab umat manusia. Oleh karena itu, pembangunan infrastruktur transportasi publik harus memperhatikan prinsip kelestarian alam. Masyarakat Muslim diharapkan untuk merawat ciptaan Allah, termasuk dalam pembangunan sarana transportasi.


Dengan menerapkan prinsip-prinsip Islam seperti tanggung jawab bersama, pendidikan etika, keadilan, partisipasi masyarakat, filantropi, dan keberlanjutan lingkungan, diharapkan bahwa keselamatan transportasi publik dapat meningkat. Solusi-solusi ini bukan hanya menciptakan keamanan fisik, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai moral dan etika Islam dalam kehidupan sehari-hari. Wallahualam bissawab. []

Tidak Ada Jaminan Keselamatan Transportasi Publik: Fakta dan Realitas yang Mengkhawatirkan

Labels:

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.