Bukan Semata Edukasi tetapi Butuh Solusi Sistemik Mengatasi Bencana

 


Edukasi dan persiapan pra bencana hanya merupakan solusi parsial yang tidak berefek besar jika kebebasan untuk para kapital mengalihfungsikan lahan tak dihentikan

Karena aktivitas ini selain menimbulkan bencana alam juga menyebabkan hilangnya rumah dan mata pencaharian masyarakat


Penulis Ummu Aidzul

Tenaga Pendidik


Matacompas.com, OPINI -- Banyaknya bencana yang tak terduga akhir-akhir ini menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat yang terdampak. Untuk mengantisipasi kejadian serupa, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung melakukan beberapa persiapan di antaranya pelatihan pemasangan tenda, mempersiapkan kendaraan, mengecek inventarisasi peralatan yang dibutuhkan serta mempersiapkan keamanan dalam menghadapi pemilu. (Koran Gala, 5/01/24)


Jika melihat kondisi negeri ini yang beberapa kali mengalami bencana, seperti gempa di Cianjur yang menimbulkan banyak korban berjatuhan, maka melakukan edukasi dan persiapan menghadapi bencana merupakan salah satu langkah antisipasi yang patut dilakukan.


Selain itu yang paling mendasar adalah kebijakan negara yang bersifat sistemik. Kebijakan ini berkaitan dengan regulasi atas pengalihfungsian lahan menjadi industri atau perkebunan. Hutan yang mestinya menjadi penopang resapan air tanah kian habis dibabat dan disulap menjadi tempat wisata dan proyek tanaman industri. 


Edukasi dan persiapan pra bencana hanya merupakan solusi parsial yang tidak berefek besar jika kebebasan untuk para kapital mengalihfungsikan lahan tak dihentikan. Karena aktivitas ini selain menimbulkan bencana alam juga menyebabkan hilangnya rumah dan mata pencaharian masyarakat.


Negara maju seperti Jepang sudah mampu membuat bangunan anti gempa tetapi tetap saja banyak korban berjatuhan ketika gempa berkekuatan tinggi terjadi. Apalagi kontur tanah di sana yang memang rawan gempa.


Sistem kapitalistik yang diterapkan saat ini menjadikan tanah serapan yang seharusnya peruntukannya menyerap air hujan, justru dibuat menjadi pemukiman warga. Sehingga ketika hujan turun, tidak ada yang menyerap maka terjadilah banjir. Selain itu kurangnya saluran air di wilayah perkotaan menambah parah kondisi ini. Kita lihat sekarang jumlah wilayah yang terdampak banjir semakin meluas.


Sedangkan di wilayah Kalimantan, banjir yang terjadi justru akibat dari limbah pengerukan usaha batu bara. Timbul sebuah kolam genangan besar yang berwarna kehijauan dan mengeluarkan bau yang tidak sedap akibat pengerukan batu bara. Dan oknum pengusaha nakal yang tidak menanggulangi dampak ini menjadikan wilayah Kalimantan mengalami banjir yang hampir sepanjang tahun pada periode 2021. 


Selain itu proyek pemerintah yakni food estate juga menjadi salah satu faktor penyebabnya, hutan-hutan ditebangi dan berganti ditanami singkong. Menyebabkan banjir semakin meluas. Ditambah proyek yang dibanggakan pemerintah yakni perpindahan Ibu Kota Negara juga mengakibatkan rusaknya lingkungan di wilayah Kalimantan. Kondisi yang sama yakni penebangan hutan secara luas dilakukan sehingga berdampak banjir di daerah tersebut.


Inilah hasil dari penerapan sistem kapitalisme yang bertujuan menghasilkan keuntungan yang sebesar-besarnya tanpa memperhatikan kerusakan yang ditimbulkan pada alam. Selain itu, aturan yang dibuat adalah aturan yang berasal dari akal manusia yang terbatas maka wajar menimbulkan kerusakan di mana-mana.


Berbeda dengan sistem Islam yang dasar hukumnya yakni aturan Allah Swt. Di mana di dalamnya terdapat aturan yang komprehensif. Pembangunan akan dibuat untuk kepentingan rakyat tetap tetap memperhatikan keseimbangan alam. Karena di dalam al-Quran telah tercantum bahwasanya salah satu alasan penciptaan manusia adalah menjadi Khalifah fil Ardli atau pemimpin di muka bumi.


Di masa keemasan kekhilafahan Abbasiyah yang berpusat di Baghdad, ibu kota tersebut merupakan kota yang indah dan paling bersih. Tidak hanya memikirkan tentang pembangunan kota namun juga saluran air yang memadai. Di masa Khalifah Harun Al-Rasyid kota ini menjadi pusat peradaban dan sangat maju dalam bidang pendidikan. Dan keindahan kota Baghdad ini masih bisa disaksikan hingga saat ini.


Maka sudah saatnya kita mencampakkan sistem rusak kapitalis sekuler dan menggantinya dengan sistem yang sahih. Jika diterapkan akan mendatangkan kehidupan  yang penuh berkah dan aman sentosa. Sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-A'raf ayat 96 yang terjemahannya sebagai berikut:

"Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan  kepada mereka keberkahan dari langit dan bumi...

Wallahualam bissawab. []


Bukan Semata Edukasi tetapi Butuh Solusi Sistemik Mengatasi Bencana

Labels:

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.