Aborsi, Selesai dengan Sistem Islam

Sistem pendidikan dalam kapitalisme juga turut andil. Pendidikan hanya mencetak para buruhsemata

Akidah, tsaqofah Islam, akhlak dan adab dijauhkan. Sehingga mereka tidak punya pondasi yang kuat dan akhirnya membebek barat. Menjadi generasi lembek (stroberi) dan kelakuan rusak lainnya


Oleh Verawati S.Pd

(Pegiat Literasi)


Matacompas.com, OPINI -- Entah bagaimana perasaan ibu ini, dia membawa anak gadisnya ke sebuah klinik aborsi di Apartemen Gading Nias Jakarta Utara, (rri[dot]co[dot]id, 20/12/2023). Tujuannya tentu untuk melakukan aborsi. Setalah melakukan kejahatan tersebut, mereka tertangkap polisi dan pastinya segera diproses. Sudah hilang kehormatan dan harga diri, keperawanan, uang ditambah berurusan dengan polisi. Semoga menjadi pelajaran untuk kita bersama. 

 

Miris memang, tapi kejadian seperti ini terus berulang. Aborsi merupakan perilaku Jahiliah modern yang biadab menjamur di mana-mana. Bahkan pelakunya sesuka hati, lulusan SMP, dan SMA pun berani membuka praktik biadab ini. Pun dengan wanita yang mengaborsi makin banyak dengan usia makin muda.


Dulu kita mendengar orang Jahiliah arab membunuh anak putrinya tapi itu sudah lahir dan alasannya karena khawatir anak gadisnya itu dilecehkan dan merendahkan martabat keluarga. Nah, hari ini belum juga nongol udah ditakol (aborsi).  Alasannya adalah kehamilan yang tidak diinginkan.


Bagaimana tidak? Kehamilan tersebut biasanya adalah hasil perbuatan zina. Zina diawali dengan pergaulan bebas, pacaran yang kebablasan atau sengaja menjual diri demi mendapatkan cuan. Semuanya memenuhi demi gaya hidup, bukan perut semata. Ingin tampil keren tapi kantong tidak mendukung, akhirnya ikut muncikari jadi pelacur. Naudzubillah.


Inilah fakta hari ini. Apa penyebabnya? Penyebab utamanya adalah sistem yang mengatur kehidupan saat ini adalah kapitalisme-sekular. Dalam sistem ini agama disingkirkan dan dijauhkan dari kehidupan. Sebaliknya, manusia mengikuti nafsu dan akal yang terbatas menjadi acuan. Seperti  zina, ada lantaran aturan saat ini membolehkan laki-laki dan perempuan yang belum menikah untuk melakukan hubungan badan asal suka sama suka. Tidak akan dihukum selama tidak dilaporkan oleh salah satu pihak.


Mengapa diperbolehkan? Sistem kapitalisme-sekular menjunjung kebebasan. Termasuk kebebasan berperilaku, yang di dalamnya kebebasan untuk berzina. Selama tidak merugikan orang lain, apa pun sah-sah saja. Apalagi menguntungkan, akan didukung oleh yang berkepentingan. Uang berkuasa. (ijin operasional tempat zina, karoku, kafe dll). 


Dilihat dari sisi kemanusiaannya, kapitalisme adalah pemikiran yang error. Ibarat dunia terbalik. Kucing, anjing bahkan hewan menjijikkan dipelihara, diberi makan dan tempat yang enak. Sedangkan terhadap manusia tega membunuh, termasuk janin-janin tak berdosa yang digugurkan. 


Selain pergaulan yang bebas. Sistem pendidikan dalam kapitalisme juga turut andil. Pendidikan hanya mencetak para buruhsemata. Akidah, tsaqofah Islam, akhlak dan adab dijauhkan. Sehingga mereka tidak punya pondasi yang kuat dan akhirnya membebek barat. Menjadi generasi lembek (stroberi) dan kelakuan rusak lainnya.


Jangankan preventif, kuratif pun dalam sistem kapitalisme ini tidak ada. Tidak ada hukuman bagi pezina. Sehingga kejahatan termasuk aborsi terus merajalela. Berbeda dalam sistem Islam. 


Sistem Islam memiliki aturan yang jelas. Yaitu pengaturan dalam pergaulan (sistem pergaulan). Dalam Islam dilarang berzina, bahkan mendekati pun tidak boleh seperti berduaan dengan bukan mahram (pacaran). Hubungan suami istri hanya ada dalam bingkai pernikahan yang sah.


Jika terjadi kasus perzinaan maka akan di sanksi dengan tegas. Pelaku mukhson akan dijilid hingga mati dan ghoiru mukhson akan dirajam. Dengan sanksi yang jelas dan tegas ini akan mampu mencegah terjadinya kasus perzinaan dan juga aborsi.


Pendidikan dalam Islam juga akan dipenuhi dengan pendidikan Islami. Menanamkan akidah dan tsaqofah Islam yang kuat. Sehingga menghasilkan generasi yang kuat dan tangguh. Mereka dipersiapkan bukan untuk menjadi pekerja semata melainkan disiapkan untuk menjadi pemimpin dan penakluk dunia. Menguasai ilmu dan teknologi untuk kepentingan umat.


Demikianlah sistem Islam menjaga kehormatan dan harga diri manusia. Memosisikan manusia pada kondisi yang mulia. Menjaga jiwa dan akal serta lainnya dengan penjagaan yang terbaik. Menentramkan dan menyejahterakan manusia. Aborsi akan selesai dengan sistem ini. Sungguh indah bukan? 

Wallahualam bissawab.

Aborsi, Selesai Dengan Sistem Islam

Labels:

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.