Sistem Sekuler Menjadikan Mental Generasi Anak Bobrok

Sistem negara sekuler nyata-nyata menjadi penyebabnya, dijauhkannya agama dari kehidupannya

Kurikulum pendidikan pun semakin hancur tidak jelas arahnya membuat anak-anak minim pengetahuan keagamaan


Penulis Suanah S.Ag


Matacompas.com, SURAT PEMBACA -- Masa anak-anak adalah masa pertumbuhan yang terus berproses tumbuh kembang. Agar persiapan generasi mendatang terlihat gemilang, maka sangat penting bagi anak-anak untuk mendapatkan bimbingan dari sekitar sebagai panutan. Keluarga adalah salah satu jembatan bagi anak untuk menyelami pemahaman yang cemerlang. Keluarga menjadi peran penting untuk melindungi anak dari ancaman luar. Termasuk melindungi rusaknya pemikiran anak karena pengaruh gadget, lingkungan maupun sekolah yang tidak islami.


Namun, mirisnya kini banyak masa anak-anak yang hancur mentalnya, sehingga mudah marah, berperilaku kasar, mudah putus asa, galau, serta tidak berpikir panjang dulu sebelum bertindak. Seperti berita baru-baru ini, seorang anak di Kecamatan Doro mengakhiri hidupnya dengan sangat tragis, yakni bunuh diri di dalam kamarnya, aksi nekatnya diduga karena dilarang main handpone (HP) oleh orang tuanya. (detik, Kamis 23/11/2023).


Faktanya, kejadian ini bukan yang pertama kalinya. Pemerintah telah mencatat ada 20 korban anak yang melakukan bunuh diri di tahun 2023 di bawah usia 18 tahun. (rri[]co[]id, Sabtu,11/11/2023)


Lantas bagaimana bisa terjadi bunuh diri di usia anak-anak semakin merajalela? Padahal seharusnya dunia anak adalah dunia yang sangat menyenangkan. Ini berarti banyaknya kasus seperti ini menunjukkan ada kesalahan dalam tata kehidupan, baik di dalam keluarga, masyarakat maupun negara.


Sistem negara sekuler nyata-nyata menjadi penyebabnya, dijauhkannya agama dari kehidupannya. Kurikulum pendidikan pun semakin hancur tidak jelas arahnya membuat anak-anak minim pengetahuan keagamaan. Menjadikan mental anak hanya sedikit saja paham agama, hilangnya rasa takut adanya dosa besar, rasa takut pedihnya siksa  neraka, rasa takut beratnya pertanggungjawaban kehidupan.


Sudah seharusnya Islam hadir untuk menuntaskan segala problematika kehidupan. Islam akan memperhatikan tumbuh kembang anak dan menjaga kekuatan mental anak melalui pendidikan anak yang  berkualitas.


Islam memiliki sistem pendidikan yang berbasis akidah. Akidah Islam yang ditanamkan sejak dini mampu melahirkan generasi hebat dalam berkarya dan kuat iman dan kuat mental.

Wallahualam bissawab

Sistem Sekuler Menjadikan Mental Generasi Anak Bobrok

Labels:

Posting Komentar

[facebook]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.