Latest Post


Negara bertanggung jawab menjamin pemenuhan kebutuhan rakyatnya, dalam hal ini menyediakan ketersediaan pupuk untuk para petani

Negara menyediakan pupuk berkualitas dan memastikan rakyat mampu menjangkau harganya, serta memberikan akses yang mudah untuk mendapatkannya


Penulis Eviyanti

Pendidik Generasi dan Pegiat Literasi


Matacompas.com, OPINI -- Untuk memenuhi kebutuhan pupuk organik di tahun 2024 ini, Bupati Bandung wacanakan pembangunan pabrik. Seperti yang dikutip oleh media online rejabar, Ahad (21/01/2024), Bupati Bandung, Dadang Supriatna, mewacanakan membangun pabrik pupuk organik sebagai strategi untuk memenuhi kebutuhan pupuk dan mengatasi permasalahan pupuk organik yang dibutuhkan para petani di Kabupaten Bandung. Menurut beliau, pembuatan pupuk organik itu dengan menggunakan potensi-potensi yang ada di pedesaan Bandung.


Langkah keduanya adalah mengenai kolaborasi antara bahan organik yang ada atau dihasilkan di rumah tangga bisa diolah menjadi pupuk organik. Ia pun mengungkapkan, akan membuat rencana tempat atau pabrik pengolahan pembuatan pupuk organik yang akan bekerjasama dengan BUMD milik Pemkab Bandung.


Namun untuk tahun ini, rencana pengolahan atau pabrik pupuk organik itu baru tahap proses wacana yang tentunya akan ditingkatkan ke perencanaan lebih matang lagi. Selanjutnya, kata Kang DS, pembangunan pabrik dan pengolahan pupuk organik itu akan dikolaborasikan dengan investor yang akan bekerjasama dengan BUMD yang ada di Kabupaten Bandung.


Mengamati fakta di atas seharusnya pembangunan pabrik pupuk bukan sekadar untuk ketersediaan pupuk saja, tetapi juga pupuk mampu diakses oleh seluruh petani dengan mudah dan murah. Jangan sampai pembangunan pabrik pupuk hanya untuk menguntungkan pihak investor. Namun kenyataannya di sistem kapitalis yang diemban negara saat ini, pembangunan pabrik hanya akan menguntungkan para pemilik modal, karena sistem ini meniscayakan negara bertindak sebagai regulator, dan berlepas tangan terhadap tanggung jawabnya. Sudah jelas bukan, siapa yang akan diuntungkan? yakni para pemilik modal yang akan mendapatkan keuntungan besar ketika wacana pembangunan pabrik pupuk ini terlaksana.


Kondisi ini menunjukkan abainya negara dalam memenuhi kebutuhan rakyatnya. Pasalnya, pemerintah hanya mencukupkan diri dengan mewacanakan pembangunan pabrik ketika mengatasi kelangkaan pupuk organik ataupun harga pupuk mahal. Karena solusi ini sejatinya tidak menyentuh akar persoalan. 


Dalam sistem Islam, negara berperan sebagai raa’in atau pengurus umat dan junnah atau pelindung. Hal ini ditegaskan oleh Rasulullah saw., “Imam (khalifah) raa’in (pengurus rakyat) dan ia bertanggung jawab terhadap rakyatnya.” (HR. Ahmad, Bukhari)


“Imam (khalifah) itu adalah perisai tempat orang-orang berperang di belakangnya dan berlindung kepadanya.” (HR. Muslim)


Adapun beberapa kebijakan yang akan diambil oleh pemerintah Islam dalam hal ini di antaranya: 


Pertama, negara akan menjaga ketersediaan pupuk untuk petani, hal ini dilakukan negara untuk menjamin produksi pertanian di dalam negeri agar berjalan maksimal. Kedua, negara akan menjaga rantai tata niaga atau perdagangan, dengan cara mencegah dan menghilangkan segala bentuk distorsi pasar agar harga pupuk tidak mahal. Ketiga, negara akan memberikan sanksi tegas dan berefek jera bagi yang melanggar sesuai dengan hukum Islam.


Negara bertanggung jawab menjamin pemenuhan kebutuhan rakyatnya, dalam hal ini menyediakan ketersediaan pupuk untuk para petani. Negara menyediakan pupuk berkualitas dan memastikan rakyat mampu menjangkau harganya, serta memberikan akses yang mudah untuk mendapatkannya. 


Inilah salah satu gambaran peran negara dalam Islam sebagai pengurus urusan umat dan negara wajib menjalankannya dengan amanah. Sungguh hanya penerapan Islam yang mampu mewujudkan kemaslahatan rakyat. Bersegera tinggalkan sistem kufur ini dan kembali pada sistem yang berasal dari Allah Swt., yakni sistem Islam.

Wallahualam bissawab. []

 


Kehidupan pergaulan remaja yang bebas tanpa memperhatikan rambu-rambu aturan agama, ditambah dengan pengaruh tontonan dan permainan game yang penuh kekerasan, mengakibatkan perilaku remaja menjadi tidak terkendali

Mereka mudah sekali melakukan tindak kekerasan, seperti tindak kekerasan seksual, pembulian, sampai melakukan pembunuhan


Penulis Siti Supatmiati

Pegiat Literasi 


Matacompas.com, OPINI -- Sungguh memprihatinkan kondisi masyarakat saat ini. Banyak sekali terjadi kejahatan salah satunya pembunuhan. Di mana nyawa seorang manusia seperti sudah tidak memiliki nilai apapun. Hanya karena persoalan kecil, seseorang dapat melakukan kekerasan bahkan sampai menghilangkan nyawa orang lain. Semua itu dilakukan hanya untuk memuaskan hawa nafsunya.


Seperti halnya yang terjadi baru-baru ini di Kalimantan Timur, di mana terjadi pembunuhan yang dilakukan terhadap satu keluarga. Sebagaimana yang diberitakan oleh, Republika, bahwa "Kepolisian Resor Penajam Paser Utara (PPU) Kalimatan timur, mengungkapkan kasus pembunuhan oleh seorang remaja berinisial J (16 tahun) terhadap satu keluarga berjumlah lima orang. Diduga motif pembunuhan yang terjadi di Desa Babulu Laut, kecamatan Babulu karena persoalan asmara dan dendam pelaku terhadap korban. Dimana pelaku dan korban saling bertetangga". Remaja berinisial J ini masih duduk dibangku SMK, dimana 20 hari lagi usianya 17 tahun. Adapun yang melatar belakangi pembunuhan ini adalah adanya masalah ayam, kemudian juga korban meminjam helm lebih dari tiga hari, dan hubungan asmara pelaku dengan anak pertama korban yang tidak direstui, karena sudah  memiliki calon pasangan. Setelah membunuh, pelaku juga memperkosa ibu beserta anak pertamanya, ungkap Kapolres PPU AKBP Supriyanto, saat dikonfirmasi. (Kamis, 8 Februari 2024).


Masih banyak kasus-kasus kekerasan lain yang terjadi di Indonesia. Berdasarkan data Kementrian dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) pada tahun 2023, ada 19.593 kasus kekerasan yang tercatat di seluruh Indonesia. Dan sebagian besar pelaku dan korbannya dari kalangan remaja.


Banyaknya remaja yang menjadi pelaku serta korban kejahatan, dikarenakan pergaulan remaja sekarang begitu bebas, mereka tidak mau terikat dengan aturan yang membatasi pergaulannya. Seperti campur baur dalam bergaul antara laki-laki  maupun perempuan. Mereka juga tidak memperhatikan pakaian yang dipakainya apakah sudah menutupi auratnya dengan baik atau tidak. Mereka berpakaian mengikuti gaya trend saat ini meskipun itu harus mengumbar auratnya. Sikap dan pemikiran remaja sekarang cenderung mengikuti gaya asing yang bersifat libralisme. Seperti meniru gaya remaja Korea, Amerika, dan sebagainya. Dengan Pengaruh sistem Kapitalisme liberalisme ini membuat sikap remaja sekarang semakin jauh dari aturan agama (sekuler). Mereka hidup bebas sebagaimana paham Demokrasi yang dianut oleh sistem ini dengan empat pilar kebebasan di antaranya kebebasan pergaulan.

 

Selain itu menurut Sosiolog Universitas Indonesia Ida Ruwaida mengatakan bahwa timbulnya sikap perilaku agresif hingga melakuan tindak kekerasan dikalangan remaja mengindikasi adanya patologi sosial. Patologi sosial merupakan perilaku yag bertentangan dengan norma kebaikan, norma agama, stabiliitas lokal. Perilaku ini timbul karena banyak anak remaja yang bermain game kekerasan atau film. Dan adanya rasa terasing atau tersisihkan di masyarakat, serta tingkat ketakwaan yang masih rendah pada para remaja. Hal ini terjadi pada remaja yang kurang mendapatkan perhatian dari orang tua, terutama dalam hal pendidikan agama dalam upaya membangun ketakwaan yang tinggi pada setiap remaja.


Kehidupan pergaulan remaja yang bebas tanpa memperhatikan rambu-rambu aturan agama, ditambah dengan pengaruh tontonan dan permainan game yang penuh kekerasan, mengakibatkan perilaku remaja menjadi tidak terkendali, sehingga mudah sekali melakukan tindak kekerasan, seperti tindak kekerasan seksual, pembulian, sampai melakukan  pembunuhan. Bahkan sikap dan perbuatannya seringkali kurang beradab sekalipun pada orang tua. 


Dalam menghadapi pergaulan remaja yang penuh dengan kekerasan, Islam sebagai agama yang sempurna memberi solusi terbaik bagi permasalahan remaja ini.


Islam senantiasa menjaga kehidupan laki-laki maupun perempuan, baik usia muda maupun tua. Sebagaimana diatur dalam surat An-Nur ayat 30 untuk laki-laki dan ayat 31 untuk perempuan yang artinya "Katakanlah pada laki-laki yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, yang demikian itu lebih suci bagi mereka, sungguh Alloh Maha mengetahui apa yang mereka perbuat." (An-Nur: 30).


Dan An-Nur ayat 31 yang artinya "Dan katakanlah pada perempuan yang beriman agar menjaga pandangan, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakan perhiasan (auratnya), kecuali yang biasa terlihat…". 


Begitulah Islam mengatur bagaimana pergaulan antara laki-laki dan perempuan. Islam melarang adanya campur baur dalam pergaulan antara laki-laki dan perempuan sehingga dapat terhindar dari perbuatan fahsya (seperti perzinahan, LGBT, dan sebagainya). 


Islam juga mengatur bagaimana berakhlak mulia sebagaimana yang tercantum dalam Al-Qur'an, dan perbuatan yang dicontohkan oleh Rasulullah saw., baik sikap pada orang tua, maupun pada sesama manusia. Seperti dalam surat Al Isra ayat 23 yang artinya:

"Dan TuhanMu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu dan bapak. Jika salah seorang diantara keduanya  atau kedua-duanya berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka janganlah sekali-kali engkau mengatakan kepada keduanya perkataan " ah " dan janganlah engkau membentak keduanya dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik". Alloh Swt. memerintahkan untuk bersikap dan berkata dengan baik pada orang tua, sehingga tidak akan terjadi anak berbuat kasar pada orang tuanya apalagi sampai membunuh. Begitu juga perilaku yang dicontohkan oleh Rasulullah seperti sikap jujur, amanah, fathonah (cerdas) dan tablig (menyampaikan).


Dalam Islam nyawa seorang muslim itu begitu terjaga, sebagaimana firman Allah dalam surat Al-Maidah ayat 32 yang sebagian artinya: "Membunuh seorang manusia seakan-akan membunuh seluruh manusia. An-Nisa ayat 93 yang artinya "Allah akan memasukan pembunuh orang beriman dengan sengaja ke neraka Jahanam dan kekal didalamnya. Allah murka dan melaknat, dan menyediakan siksa yang besar padanya."


Sungguh Islam begitu menjaga kehidupan setiap  manusia, sehingga apabila setiap manusia memahami dan mengamalkan  setiap apa yang menjadi perintah Alloh Swt., pasti kehidupan setiap manusia lebih terjaga. Termasuk para remaja apabila dalam pergaulannya mengikuti semua aturan yang diperintahkan Allah Swt. dan yang dicontohkan oleh Rasulullah saw., tidak akan terjadi banyak kekerasan bahkan pembunuhan di masyarakat. 

Wallahualam bissawab. []


Upaya menjadi generasi khoiru ummah pun harus diselaraskan dengan keinginan generasi ini untuk belajar dan mengkaji tsaqofah Islam agar paham dengan penerapan-penerapannya

Sehingga ketika generasi ini paham dengan Islam akan dapat menjalankan syariat Allah dengan benar


Penulis Sri Yana S.Pd.I.

Pegiat Literasi 


Matacompas.com, OPINI -- Lagi-lagi kini berita pembunuhan banyak berseliweran di media sosial. Namun kali ini beritanya pembunuhan yang dilakukan remaja berumur 16 tahun. Sebagaimana yang dilansir news.republika.co.id, 8/2/2024  bahwa Kepolisian Resor Penajam Paser Utara (PPU) Kalimantan Timur, mengungkap kasus pembunuhan oleh seorang remaja berinisial J (16 tahun) terhadap satu keluarga berjumlah lima orang. Diduga motif pembunuhan yang terjadi di Desa Babulu Laut, Kecamatan Babulu karena persoalan asmara dan dendam pelaku terhadap korban. Antara pelaku dengan korban saling bertetangga.


Astagfirullah, miris sekali mendengar beritanya, apalagi orang-orang terdekat disekitarnya. Karena memang tidak dimungkiri iman seseorang akan terus merosot apabila sering bermaksiat. Memang kejadiannya remaja tersebut sedang dalam keadaan mabuk. Pertanyaannya kenapa generasi saat ini bisa separah ini, yaitu menghabisi satu keluarga sekaligus? Ini menunjukkan keprihatinan yang sangat darurat terhadap generasi sekarang. Di mana generasi saat ini saat rentan sekali yang lebih dikenal dengan generasi strawberry. Generasi yang mudah gabut, mudah futur, mudah putus asa, lebih banyak bersama elektronik atau handphone. Sebagaimana media sosial menyebutnya generasi Z. Gen Z adalah generasi yang berada pada tahun 1995-2012, yaitu sekitar umur 29-12 tahun. 


Generasi Z inilah yang saat ini merupakan populasi terbanyak pertama dari generasi-generasi lainnya, dan yang kedua adalah generasi milenial. Oleh karenanya Gen Z ini yang akan banyak berperan dalam kehidupan masyarakat karena jumlahnya yang teramat banyak. Namun sangat disayangkan gen Z ini harus banyak dibimbing dan diarahkan agar menjadi generasi unggulan. Karena tanpa disadari generasi saat ini sudah dicengkram oleh sistem kapitalis sekuler. Sekuler telah merasuki jiwa-jiwa umat terutama Gen Z mulai dari rendahnya taraf berpikirnya, hingga kenekatan yang mereka lakukan. Rendahnya taraf berpikirnya sampai bisa gara-gara handphone saja rela bunuh diri. Begitu pula kenekatan terjadi dengan bisa menghabisi satu keluarga karena asmara dan dendam. 


Dari kejadian tersebut dapat dipastikan remaja bisa berbuat seperti itu karena kurangnya iman dan takwa kepada Allah Swt.. Keluarga, lingkungan, masyarakat, serta negara yang menjadi media pembelajarannya tidak menjadikannya individu yang baik akhlaknya bahkan menjadikannya individu yang rusak. Tidak dapat diterima nalar bahkan anak yang baru remaja bisa sekejam dan sebiadab itu.


Oleh karenanya mari campakkan sistem sekularisme. Sistem yang telah merusak generasi ini menjadi generasi lemah, malas, serta mudah marah. Karena sejatinya generasi adalah tonggak peradaban yang menjadikan generasi khoiru ummah. Sebagaimana firman Allah Swt.:

Kamu (umat Islam) merupakan umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia (selama) kamu menyuruh (berbuat) yang makruf, mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. (QS. Ali Imran: 110)


Sungguh istimewanya generasi saat ini yang diberikan gelar khoiru ummah dengan diperintahkan berbuat yang makruf dan mencegah kemungkaran. Ketika hal-hal tersebut dijalankan insya Allah generasi sekarang akan menjadi generasi khoiru ummah. Namun upaya menjadi generasi khoiru ummah pun harus diselaraskan dengan keinginan generasi ini untuk belajar dan mengkaji tsaqofah Islam agar paham dengan penerapan-penerapannya. Sehingga ketika generasi ini paham dengan Islam akan dapat menjalankan syariat Allah dengan benar. Yuk, mari bergabung dalam jamaah dakwah Islam bersama Islam kafah agar generasi tak menjadi potret buram Gen Z yang hanya bisa hura-hura saja. Namun menjadi generasi emas seperti yang dicontohkan pada masa Islam berjaya, seperti Muhammad Al Fatih yang menaklukkan konstantinopel pada umur 21 tahun.

Wallahualam bissawab.

Islam mengharuskan negara menjalankan fungsinya sebagai pengurus rakyat termasuk dalam mengedukasi bahaya plastik

Negara juga akan mengembangkan riset terpadu untuk menemukan teknologi mutakhir, baik dalam menyediakan kemasan alternatif yang ramah lingkungan, maupun dalam menghasilkan terknologi pengolah sampah yang mumpuni


Penulis Melta Vatmala Sari

Mahasiswa Universitas Jambi


Matacompas.com, OPINI -- Persoalan sampah plastik telah menjadi isu global. Penggunaan produk sampah plastik secara tidak ramah lingkungan menyebabkan berbagai masalah lingkungan hidup yang serius. Sampah plastik tidak hanya menimbulkan masalah di perkotaan, tetapi juga sungai dan lautan. 


Tumpukan sampah adalah bukti kelalaian negara dan rendahnya kesadaran rakyatnya akan bahaya plastik. Rakyat dengan mudah menggunakan bahan/wadah plastik yang harganya lebih murah. Selain itu, fakta tersebut menunjukkan lemahnya inovasi di negeri ini.


Dalam daulah Islam sampah itu didaur ulang atau pemerintah menyediakan tempat dalam pembuangan sampah. Pemerintah juga memberikan ketegasan kepada ummat agar membuang sampah pada tempat yang telah disediakan agar sampah tidak bertumpukan di mana-mana seperti di kolong jembatan, tepi jalan, tidak membuang sampah di sungai dan di laut. Sistem Islam sangat memperhatikan hal-hal kecil karena Islam ingin ummat manusia merasa nyaman dalam beribadah juga menjalani aktivitas kehidupan sehari-hari.


Gejala akibat adanya penumpukan sampah


Tumpukan sampah yang terlalu banyak bisa menimbulkan penyakit seperti sakit tenggorokan karena saluran pernapasan terganggu, dengan bau sampah yang tidak sedap, akibat tumpukan sampah terlalu banyak membuat lingkungan menjadi kumuh, jadi menimbulkan banyak binatang yang menjijikan contoh cacing, kalajengking dan lipan yang menggigit tubuh manusia.


Gejala tumpukan sampah di lautan yakni jika banyak sampah bertumpukan di lautan membuat bahaya bagi binatang di lautan sebab air laut tidak bersih sehingga binatang yang berada di lautan terganggu dalam pernapasan juga minumannya.


Hal ini karena kurangya ketegasan masyarakat dan pemerintah dalam mengatasi tumpukan sampah juga dalam pengolahan sampah, hingga masyarakat banyak membuang sampah di sungai. Dengan membuang sampah di sungai mengakibatkan banjir dan tidak ada aliran air yang bersih.


Pada tahun 2023 indonesia menghasilkan 12,87 juta ton sampah plastik. Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), saat ini sampah plastik menjadi salah satu isu yang sangat serius dihadapi oleh indonesia. 


Sumber info melalui katadata, pemerintah provinsi Jawa Barat mencatat bahwa jumlah sampah plastik sebanyak 25 ribu ton sampah di Bandung raya yakni kota Bandung, Cimahi, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Bandung Barat masih banyak tumpukan sampah di TPS dan sejumlah lainnya akibat area utama TPA sarimukti masih terbakar. 


Dengan melihat kondisi tersebut menyebabkan penanganan sampah plastik menjadi fokus utama dalam setiap hari peduli sampah nasional (HPSN) di tahun 2024 yang diperingati setiap tanggal 21 Pebruari. Sampah plastik ada 12,87 juta ton per tahun berdasarkan perhitungan yang belum dipilah. Data dari SIPSN di tahun 2023. Karena dengan banyaknya sampah plastik di kota Bandung banyak korban jiwa seperti yang terjadi tahun lalu.


Hal ini mengajak masyarakat berpartisipasi untuk lebih peduli lagi dalam menangani sampah plastik, maka seluruh masyarakat harus kerja sama memperkuat stakeholders bagimana menangani masalah sampah plastik tapi dengan cara produktif.


Di sini sudah jelas bahwa sistem hari ini kurang tegas dalam menyikapi masalah kecil saperti sampah, dan pencurian. Tidak ada yang diharapkan lagi untuk bisa membangkitkan Indonesia dari kezaliman yang telah terjadi di tengah-tengah masyarakat selagi masih menganut sistem buatan manusia yang durjana. Mementingkan kepentingan pribadi dari pada kepentingan ummat.


Islam solusi tuntas


Hari ini sampah plastik menjadi perekonomian masyarakat karena dengan sampah plastik mereka menghasilkan uang, belinya sangat murah maka masyarakat juga pemerintah membiarkan sampah berserakan di mana-mana. Supaya para pemulung memilih mereka dan menjual kembali ke pabrik sampah. Mereka tidak mendaur ulang kembali sampah-sampah plastik tersebut, alhasil sampah tetap dibuang di laut, sungai, dan lain sebagainya.


Islam mengharuskan negara menjalankan fungsinya sebagai pengurus rakyat termasuk dalam mengedukasi bahaya plastik.  Negara juga akan mengembangkan riset terpadu untuk menemukan teknologi mutakhir, baik dalam menyediakan kemasan alternatif yang ramah lingkungan, maupun dalam menghasilkan terknologi pengolah sampah yang mumpuni. Negara akan memberikan bantuan khusus untuk Inovasi penyediaan alternatif plastik yang didanai oleh negara.


Islam memandang sampah plastik ini menjadi ancaman (madarat) besar terhadap kelestarian dan kesehatan lingkungan hidup harus dihilangkan. Ajaran islam sangat menganjurkan untuk menghilangkan hal-hal yang membahayakan. Maka dalam hukum Islam menyatakan bahwa hukum mencemarkan lingkungan baik udara, air, dan tanah serta keseimbangan ekosistem jika membahayakan adalah haram dan termasuk perbuatan kriminal (jinayat) dan kalau terdapat kerusakan maka wajib diganti oleh pelaku pencemaran.


Dalam Islam kebersihan itu sebagian dari iman jadi islam sangat menyukai kebersihan tidak suka dengan perkumuhan, kotoran, dan bau bauan. Allah sangat suka jika lingkungan menjadi bersih aman, dan tentram, lingkungan yang bersih hidup menjadi tenang, tenang dalam ibadah serta tenang dalam menghirup udara segar. 


Dikutip dari buku fiqih thaharah ditulis oleh ibnu Abdullah kebersihan lingkungan juga harus dijaga oleh manusia sebab islam melihat bahwa upaya dalam membersihkan lingkungan sebagai salah satu amal mulia. Sehingga allah akan berterima kasih juga memberikan ampunan kepada hamba yang menyingkirkan dahan pohon yeng berserakan. Seperti Rasulullah saw. bersabda:


Artinya: "Ada seorang lelaki yang membuang dahan pohon yang menghalangi jalan, lalu ia berkata, "Demi Allah, aku akan singkirkan dahan ini agar tidak mengganggu dan menyakiti kaum muslimin," maka Allah pun memasukkannya ke surga," (HR. Muslim)


Oleh karena itu bisa dikatakan negara dengan sistem aturannya ini telah gagal untuk mengatasi dan mencegah segala bentuk kejahatan di masyarakat. Bahkan sebaliknya makin menyuburkan perilaku-perilaku kejahatan

Hal ini karena aturan yang ditegakkan negara ini bersifat sekuler, tidak didasarkan kepada landasan yang benar dan kokoh yaitu akidah Islam


Penulis Ummu Hasna

Pegiat Literasi 


Matacompas.com, OPINI -- Pemuda merupakan aset dan calon pemimpin. Idealnya, masa muda digunakan untuk menuntut ilmu dan melakukan hal-hal yang produktif serta bermanfaat untuk masa depannya. Namun di zaman yang serba rusak sekarang ini potensi para pemuda ikut tergerus dan terbajak oleh kondisi yang sistemik. Ironis, banyak remaja termasuk pelajar terjerumus ke dalam perbuatan negatif dan merugikan. Bahkan tak sedikit yang menjadi pelaku kriminalitas.


Seperti baru-baru ini masyarakat kembali digegerkan dengan peristiwa pembunuhan yang dilakukan oleh seorang remaja laki-laki terhadap satu keluarga di Penajam Paser Utara Kalimantan Timur. Pelaku berinisial JND, yang berusia 17 tahun dan berstatus pelajar SMK itu dengan sadis menghabisi nyawa 5 orang yang terdiri dari suami, istri, dan 3 orang anak dengan menggunakan parang. Saat ditanya motifnya, pelaku mengaku sakit hati karena hubungan asmaranya dengan salah satu korban yang merupakan anak tertua di dalam keluarga itu, tidak direstui oleh orangtua korban. Tak cukup itu, pelaku juga mengakui setelah para korban meninggal, ia sempat memperkosa anak perempuan yang juga kekasihnya itu serta ibunya. Selain itu, dia juga sempat minum-minuman keras sebelum melakukan pembunuhan. Sungguh biadab dan di luar akal sehat daftar kejahatan yang telah dilakukan oleh pelaku. (Republika[dot]co[dot]id, 8/2/2024)


Peristiwa pembunuhan dengan pelaku remaja sudah sering terjadi. Motifnya beragam. Masalah percintaan, dendam, bahkan masalah sepele bisa memicu mereka untuk melakukan hal yang keji tersebut. Nyawa manusia seolah tidak ada nilainya saat ini.


Jika mencermati akar persoalan semua peristiwa tersebut, maka semuanya bermuara  kepada tiga hal. Pertama, aturan kehidupan yang tidak jelas dan serba bebas. Hal ini tercermin pada gaya hidup yang materialistik dan hedonis yang menjangkiti masyarakat saat ini. Halal haram tidak lagi menjadi standar kehidupan. Tayangan, konten-konten yang tidak layak dan merusak banyak berseliweran di media sosial yang sangat mempengaruhi perilaku masyarakat menjadi semakin bebas. Sistem pendidikan yang tidak jelas yang akhirnya hanya melahirkan para generasi yang tidak berkepribadian baik. Peredaraan miras, narkoba yang tidak terkendali semakin melengkapi rusaknya masyarakat. 


Kedua, lemahnya kontrol negara dan masyarakat. Negara sangat abai terhadap segala persoalan yang terjadi di masyarakat. Buktinya persoalan-persoalan terus datang silih berganti tanpa ada ujung solusinya bahkan semakin banyak. Masyarakat juga semakin individualistik dan kurang peduli pada persoalan yang terjadi di tengah-tengah mereka. 


Ketiga, lemahnya sistem sanksi sehingga membuat para pelaku kejahatan tidak jera bahkan melahirkan pelaku-pelaku kejahatan yang lainnya.


Oleh karena itu bisa dikatakan negara dengan sistem aturannya ini telah gagal untuk mengatasi dan mencegah segala bentuk kejahatan di masyarakat. Bahkan sebaliknya makin menyuburkan perilaku-perilaku kejahatan. Hal ini karena aturan yang ditegakkan negara ini bersifat sekuler, tidak didasarkan kepada landasan yang benar dan kokoh yaitu akidah Islam. Dengan demikian, sistem ini sangat tidak layak untuk kita pertahankan karena hanya akan melahirkan berbagai persoalan dan penderitaan.


Bagaimana dengan Islam? Sangat berbanding terbalik. Islam sebagai sistem kehidupan memiliki landasan yang kokoh yaitu akidah Islam yang didasarkan pada keyakinan terhadap Al-Khaliq Allah Swt.. Berlandaskan pada keyakinan ini lahirlah aturan-aturan yang baik dan adil yang sesuai fitrah manusia. Dengannya, masyarakat tidak bisa hidup secara bebas karena harus memperhatikan halal dan haram. Seperti pengharaman khamar yang merupakan induk segala kejahatan, menjadi salah satu mekanisme Islam untuk mencegah berbagai bentuk kejahatan. Sistem pendidikan Islam juga terbukti mampu melahirkan generasi yang berkualitas dan berkepribadian baik.


Negara juga sangat berperan, tidak abai dan bertanggungjawab terhadap segala persoalan masyarakat. Anggota masyarakatnya pun memiliki kepedulian dan kontrol sosial yang sangat baik. Dengan demikian dapat bersama-sama mencegah segala kejahatan dan menciptakan keamanan dan kenyamanan masyarakat. Sistem sanksi Islam yang tegas mampu membuat efek jera dan mencegah tindak kejahatan terulang. Bagaimana, apakah masih menolak Islam?

Wallahualam bissawab. []


Ironisnya, perayaan VD seringkali diwarnai dengan seks bebas. Terbukti penjualan kondom meningkat setiap kali pada hari perayaan Valentine’s Day yang mayoritas digunakan oleh remaja yang belum menikah

Bahkan pihak kepolisian seringkali merazia puluhan pasangan di luar nikah di hari VD. Selain itu, prostitusi online juga meningkat pada hari VD


Penulis Kiki Zaskia, S. Pd 

Pemerhati Media


Matacompas.com, TEENAGER -- Hari Valentine berawal pada abad kekuasaan Romawi. Saat itu agama Romawi menganut Paganisme (penyembahan patung, berhala) bahkan dewa-dewi. Di antara nama dewa, ada yang bernama Juno Februata yang tugasnya sebagai dewa wanita atau perkawinan. Dewa Juno selalu disembah setiap tanggal 13 hingga 18 atau yang disebut dengan perayaan Lupercalia. 


Kemudian, lahirlah nabi Isa a.s. yang masih dalam kekuasaan kerajaan Romawi. Nabi Isa a.s. menyebarkan risalah Injil di Nazare, Syam. Sampai nabi Isa a.s diangkat ke langit kemudian pengikutnya semakin bertambah-tambah. 


Sehingga penguasa Romawi yang sedang berkuasa mengetahui bahwa rakyatnya mayoritas sudah menjadi pengikut agama nabi Isa a.s.


Lalu, untuk menjaga keberlangsungan kerajaannya maka diresmikan agama Kerajaan Romawi yaitu Nasrani. Mereka pun mengumumkan hal tersebut pada masyarakat sehingga terdapat asimilasi antara paganisme dan ajaran Nasrani. Salah satu yang diasimilasi yaitu, perayaan setiap bulan Februari yaitu Lupercalia. 


Agar masyarakat bisa menerima perayaan di setiap tanggal tiga belas hingga delapan belas februari, maka dikisahkan legenda di masa romawi sekitar tahun 250-an M. Pada masa Kerajaan Romawi ada seorang panglima Romawi membuat aturan bahwa prajurit tidak boleh untuk menikah bahkan tidak boleh ada pemuda yang menikah dengan alasan jika mereka menikah maka kemenangan peperangan sangat kecil. 


Sebab keberanian berperang seorang pemuda yang belum menikah lebih memuncak sedangkan yang telah menikah cenderung lebih lemah. Sebab, prajurit yang telah menikah akan banyak memikirkan keluarganya, yaitu istri dan anak-anaknya. 


Namun, ada seorang suci di masa Romawi yang bernama Santo Valentine yang tidak sepakat dengan aturan panglima Romawi tersebut. Kemudian ia membantu agar prajurit dan pemuda romawi untuk bisa berpasangan dan menikah. 


Akan tetapi hal ini diketahui oleh panglima Romawi sehingga St. Valentine di penjara. Rupanya masyarakat romawi malah bersimpati pada St. Valentine. 


Pada akhirnya meskipun banyak di dukung oleh masyarakat, pihak militer kerajaan tetap mengeksekusi mati St. Valentine. Eksekusi St. Valentine pada 14 Februari 269 M. Momen ini dimanfaatkan oleh penguasa untuk menjadikan 14 Februari sebagai peringatan Valentine’s Day yang bermotif asimilasi budaya paganisme yaitu Lupercalia dan budaya nasrani. Inilah awal mula perayaan Valentine’s Day


Mengapa Valentine’s Day menjadi tradisi?


Secara historis perayaan Valentine’s Day adalah budaya paganisme, tetapi kini menjadi tradisi dengan dalih merayakan hari kasih sayang. 


Di Eropa pada abad ke-17, Valentine’s Day sudah menjadi tradisi umum di Dunia. Adapun untuk di Indonesia budaya Valentine’s Day (VD) sudah mulai di kenal sekitar tahun 1970-an dengan banyaknya film-film dengan tema VD. Kemudian, makin digandrungi pada tahun 1980-an. 


Bahkan tak terlepas dari kaum muslim sendiri yang kini sudah banyak merayakan hari VD padahal ini adalah bentuk perayaan kaum paganisme dan Nasrani sekaligus. Tentu ini amat mengherankan. 


Fenomena sebagian kaum muslim yang merayakan VD adalah bentuk dari sekularisme. Sekularisme yaitu pemisahan agama dari kehidupan manusia. Termasuk kaum muslim. Kini banyak yang terlahir sebagai seorang muslim bahkan di Indonesia di mana sekitar 270 juta orang penduduknya mayoritas pemeluk agama Islam justru ikut-ikutan arus tren perayaan VD.

 

Ironisnya, perayaan VD seringkali diwarnai dengan seks bebas. Terbukti penjualan kondom meningkat setiap kali pada hari perayaan Valentine’s Day yang mayoritas digunakan oleh remaja yang belum menikah. Bahkan pihak kepolisian seringkali merazia puluhan pasangan di luar nikah di hari VD. Selain itu, prostitusi online juga meningkat pada hari VD. 


Sekularisme yang diidap kaum muslim kini membawa dampak buruk yang nyata. Sehingga menganggap Islam sebagai identitas semata. Seolah pilihannya sebagai seorang muslim tidak berpengaruh terhadap tindakannya.


Baik dalam perkara muamalah, sosial, kebudayaan bahkan kebijakan politik yang dia jalani. Saat ini agama hanya dijalankan oleh orang yang disebut fanatik saja, bukan oleh setiap individu atau bahkan mengerdilkan Islam hanya agama spiritual semata, bukan agama yang memiliki peraturan sistem kehidupan yang utuh. Padahal Islam adalah agama yang sempurna pengaturannya. 


Sebagaimana Firman Allah Swt.:

“… Pada hari ini telah telah Aku sempurnakan agamamu untukmu, dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agamamu” (QS. Al-Maidah: 3)


Betapa ruginya kaum muslim yang kini tanpa arah. Hanya asal saja dalam mengikuti sebuah tradisi yang sama sekali tak ada jejaknya dalam Islam.


Bahkan tradisi Lupercalia adalah tradisi yang praktiknya amat merendahkan perempuan kala itu. Sebab, wanita-wanita diundi kemudian jika nama di antara wanita tersebut keluar maka wanita tersebut akan melayani laki-laki untuk kepuasan nafsunya semata. Nauzubillahi mindzallik


Fenomena ini adalah tanda-tanda akhir zaman yang telah Rasulullah saw. wanti-wanti agar kaum muslim senantiasa berhati-hati. Sebagaimana sabda Rasulullah saw.:


Dari Abu Hurairah Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda


Kiamat tidak akan terjadi hingga umatku mengikuti jalan generasi sebelumnya, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta. Lalu ada yang menanyakan pada Rasulullah saw., “Apakah mereka itu mengikuti seperti Persia dan Romawi?” Beliau menjawab, “Selain mereka lantas siapa lagi?”


Bagaimana Islam memandang Valentine’s Day?


Berdasarkan dalil nas dan sunnah tentu saja perayaan VD adalah haram. Merayakan VD adalah bentuk tasyabbuh pada kebiasaan orang-orang kafir. Jadi, bagi siapa saja kaum muslim yang merayakan apakah sudah menikah dan lebih parah lagi jika belum menikah karena itu adalah bentuk maksiat atau zina. 


Sebab amalan tersebut adalah tertolak. Meskipun dengan niat untuk merayakan kasih sayang tetapi Rasulullah saw. tidak pernah mencontohkan untuk merayakan VD. Sebab amalam akan diterima jika dengan niat yang benar dan ittiba pada Rasulullah saw.. 


Adapun berkasih sayang dalam Islam itu bukanlah pada hari-hari tertentu saja dan bahkan telah disebutkan dalam Al-Qur’an cinta atau kasih sayang bagi seorang  muslim mula dan akhirnya. Sebagaimana firman Allah swt dalam QS. Al-Isra ayat 3. Bahwa yang paling utama adalah mencintai atau menyembah Allah swt, kemudian kedua orang tua setelahnya. 


Kemudian, sabda Rasulullah saw. bahwa “Sesunggunya Allah swt berwasiat agar kalian berbuat baik kepada ibu-ibumu, kemudian berwasiat kepada bapak-bapakmu, dan kemudian berbuat baik kepada sanak kerabatmu.” 


Sebab, Rasa kasih dan cinta adalah fitrah dari Allah swt yang telah memberikan pada manusia potensi tersebut. Maka dari itu untuk menyalurkannya dengan aturan Allah Set. bukan dengan mengikuti aturan kehidupan ala westernisasi atau bahkan liberalisme dengan seks bebas. Atau bahkan yang lebih munafik lagi yaitu dengan balutan pacarana syar’i tanpa ikatan pernikahan. Sebab, Allah swt yang lebih mengetahui tentang ciptaannya dalam QS. Al-Isra ayat 32 bahwa mendekati zina dilarang. Mendekati saja di larang, apatah lagi melakukan zina. 


Hal ini tidak terlepas pula dari sistem rusak dan merusak yaitu, kapitalisme sehingga manusia menjadi tak bisa mengendalikan materi: yaitu harta, tahta, dan wanita. Namun kini manusia yang dikendalikan oleh materi yang membuat manusia merugi menjadi budak-budak materi.

Wallahualam bissawab. []


Halal adalah life style bagi kaum Muslim. Baik itu pangan, pekerjaan maupun perbuatan. Sehingga sudah sepantasnya kaum Muslim sangat berhati-hati dalam memilih makanan yang akan dikonsumsi dan tidak tergiur akan tawaran-tawaran makanan yang tidak jelas kehalalannya

Tentu saja dalam mewujudkan semua ini, maka bukan hanya individu dan produsen yang berperan dalam mewujudkannya tapi negara juga turut andil dan memiliki peran yang besar dalam menjamin mewujudkan pangan yang halal bagi kaum Muslim


Penulis Normah Rosman

Pemerhati Masalah Umat


Matacompas.com, OPINI -- "Wahai Saad, perbaikilah makananmu (makanlah makanan yang halal) niscaya engkau akan menjadi orang yang selalu dikabulkan doanya. Dan demi jiwaku yang ada di tangan-Nya, jika ada seseorang yang memasukkan makanan haram ke dalam perutnya, maka tidak akan diterima amalnya selama 40 hari, dan seorang hamba yang dagingnya tumbuh dari hasil menipu dan riba, maka neraka lebih layak untuknya."
(HR. At-Thabrani)


Pemerintah mulai mewajibkan seluruh produk makanan dan minuman, memiliki sertifikat halal mulai tanggal 18 Oktober 2024. Termasuk pedagang kaki lima (PKL) dan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Tirto menemui seorang pedagang es bubur sumsum di sekitar Palmerah, Jakarta Pusat, Pak Ipin (48) mengaku tidak masalah jika diwajibkan untuk mengurus sertifikat halal. Asal tidak memberatkan PKL dengan biaya tinggi dan bila perlu digratiskan.  Menurut Ipin lagi, pengurusan sertifikat halal akan merepotkan pelaku usaha karena memakan waktu yang lama. Ia juga menyayangkan jika pedagang keliling juga terkena imbas wajib sertifikasi (tirt[dot]id, 2/2/2024).


Dalam upaya meningkatkan keamanan dan kehalalan produk di sektor pangan, pemerintah telah mengeluarkan Peraturan pemerintah (PP) Nomor 39 tahun 2021 yang menwajibkan pedaganng kaki lima (PKL) yang bergerak dalam sektor makanan dan minuman serta yang memiliki jasa penyembelihan hewan agar memiliki sertifikasi halal sebelum 17 Oktober 2024. Adapun proses mengurus sertifikasi halal tidak hanya sekedar formalitas melainkan sebagai kewajiban yang mendukung kepercayaan konsumen (liputan6, 2/2/2024).


Kewajiban Sertifikasi Halal


Kewajiban sertifikasi halal kini mulai diberlakukan. Kewajiban ini bukan hanya menyasar pengusaha besar tapi pedagang kaki lima (PKL) juga terkena imbas dari kebijakan ini. Dengan batas waktu tanggal 17 Oktober 2024. Pengurusan sertifikat halal ini tentunya akan dipungut biaya. Meskipun negara telah menyiapkan 1 juta kuota pengurusan sertifikat halal gratis sejak Januari 2023. Namun jumlah itu terbilang sangat sedikit jika dibandingkan dengan jumlah keberadaan pedagang kaki lima (PKL) yang berkisar 22 juta di seluruh Indonesia. Nilai ini tidak sampai 5% dari seluruh pedagang yang ada di Indonesia. 


Bukan hanya kuota gratis yang sangat minim, tapi sertifikasi ini juga perlu diperpanjang  secara berkala setiap 4 tahun sekali sejak diterbitkan oleh BPJPH (Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal). Belum lagi waktu yang dibutuhkan untuk pengurusan sertifikat halal tentu akan membuat pelaku usaha repot. Adapun waktu yang dibutuhkan dalam pengurusan sekitar 21 hari kerja. Sedangkan biaya yang dibutuhkan untuk pengurusan sertifikasi halal skema reguler bagi UMK sebesar Rp650.000. Biaya yang terkesan sedikit untuk empat tahun, tetapi sangat besar bagi mereka pelaku usaha kecil, khususnya pedagang kaki lima (PKL).


Seyogianya jaminan kewajiban sertifikasi halal ini menjadi salah satu bentuk layanan negara kepada rakyat. Karena peran negara adalah sebagai pengurus dan pelindung rakyat. Apalagi kehalalan merupakan kewajiban agama. Namun sayang dalam sistem kapitalisme, semua hal yang berpotensi mendatangkan cuan, pasti akan dikomersilkan. Hal ini sangat erat kaitannya dengan peran negara yang hanya sebatas regulator dan fasilitator. Rakyat harus berjuang sendiri untuk mendapatkan haknya, karena negara sejatinya tidak berpihak pada rakyat kecil.


Pangan Halal Suatu Keniscayaan dalam Islam


Islam menjadikan negara sebagai pengurus dan pelindung rakyat, termasuk juga dalam melindungi akidah/agama bagi rakyatnya. Islam memerintahkan kepada manusia untuk makan makanan yang halal dan thoyyib. Jangankan mengkonsumsi makanan yang haram, yang syubhad saja dilarang. Sebagaimana Allah berfirman dalam surah Al-Baqarah, ayat 168, “Wahai sekalian manusia! Makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi ini, dan janganlah kamu mengikuti langkah setan, karena sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” Sehingga kehalalan produk berkaitan erat dengan kondisi manusia di dunia dan di akhirat, baik itu secara jasmani maupun rohani. Dengan dasar inilah negara akan memberikan layanan ini secara gratis dan tanpa merepotkan bagi pelaku usaha. 


Halal adalah life style bagi kaum Muslim. Baik itu pangan, pekerjaan maupun perbuatan. Sehingga sudah sepantasnya kaum Muslim sangat berhati-hati dalam memilih makanan yang akan dikonsumsi dan tidak tergiur akan tawaran-tawaran makanan yang tidak jelas kehalalannya. Tentu saja dalam mewujudkan semua ini, maka bukan hanya individu dan produsen yang berperan dalam mewujudkannya tapi negara juga turut andil dan memiliki peran yang besar dalam menjamin mewujudkan pangan yang halal bagi kaum Muslim. Individu, pelaku usaha/produsen dan negara akan mewujudkannya dalam sistem yang baik, yaitu sistem yang sesuai dengan syariat Islam.


Sebagaimana negara pada peradaban Islam yang dicontohkan langsung oleh Rasulullah saw. di mana beliau turun sendiri ke pasar untuk memastikan makanan yang ada di pasar, baik itu dijual maupun dikonsumsi bukan hanya sekedar halal saja tapi kualitasnya juga dipastikan oleh Rasulullah saw. Dalam sebuah hadis, Rasulullah saw. memberikan peringatan keras kepada para pedagang yang berpotensi merugikan konsumen karena menampilkan kurma yang kering di atas dan yang basah di bagian bawah. Dengan maksud menyembunyikan kualitas kurma yang rendah pada bagian bawah. Ini merupakan kecurangan dan tidak boleh terulang karena ancamannya adalah neraka. 


Sertifikasi halal disediakan oleh negara dengan prinsip lembaga administrasi negara. Dalam kitab Daulah Al-Khilafah (Fi Al-Hukmi wa Al-Idarati), prinsip yang dimaksud adalah mudah dan tidak berbelit-belit dalam birokrasi, cepat dalam pelaksanaan tugas dan didukung oleh SDM (sumber daya manusia) yang kapabel di bidangnya. Dengan demikian jaminan halal yang dibentuk dengan mekanisme sertifikasi, sudah selayaknya negara memberikan jaminan layanan tersebut secara gratis kepada rakyat. Sebagaimana yang dilakukan oleh negara Khilafah. Dengan sistem ini maka para pelaku usaha kecil tidak akan merasa terbebani oleh biaya maupun waktu dalam mengurus sertifikat kehalalan, begitu juga dengan konsumen, akan mendapatkan jaminan halal dari produsen dan negara. Wallahualam.

Perlu adanya pendidikan politik agar masyarakat tidak mudah diiming-imingi dengan sesuatu dan dimanfaatkan sesaat

Masyarakat harus tahu bagaimana memilih pemimpin yang amanah


Penulis Nur Indah Sari

Pegiat Literasi


Matacompas.com, OPINI -- Politik sein ke kiri jalan ke kanan, bak Emak-emak pengendara motor di jalanan. Ini tepat menggambarkan bagaimana pemimpin negeri ini tengah memperlihatkan kepada kita bagaimana ia berpolitik. Hal ini terlihat dari adanya indikasi upaya politisasi Bansos yang dibagikan kepada masyarakat bertepatan dengan masa kampanye pemilihan capres (calon presiden) dan cawapres (calon wakil presiden) dan digaungkannya narasi keberpihakan terhadap salah satu pasangan calon capres dan cawapres. 


Bansos atau Bantuan Sosial sejatinya merupakan Kewajiban Negara. Bansos diambil dari dana APBN Negara yang sumbernya dari pajak yang dibebankan kepada masyarakat. Jadi Bansos bukan dari Pak Jokowi seperti yang dikatakan oleh Pak Zulkifli. (BBCNewsindonesia, 30/1/2024) Bansos yang digelontorkan dinyatakan untuk mengantisipasi dampak El Nino.


Bansos diberikan untuk menguatkan daya beli masyarakat. Meski pandangan mengenai politisasi telah dibantah oleh pak Jokowi, tetap saja mencurigakan. Dana yang digunakan untuk bantuan ini mencapai 496T lebih banyak dibandingkan bantuan sebelumnya. Namun kecurigaan publik mengenai politisasi Bansos mengemuka.


Pemberian Bansos dan BLT yang beriringan dengan masa kampanye disinyalir sudah menyalahi UU Pemilu Pasal 281 ayat (1) menyatakan bahwa, presiden dilarang menggunakan fasilitas dalam jabatannya, kecuali fasilitas pengamanan dan harus mengajukan cuti. Pasal tersebut jelas menyatakan bahwa harusnya cuti dan tidak menggunakan fasilitas negara untuk berkampanye.


Namun tanggal 21 November 2023,  Jokowi menerbitkan Peraturan Pemerintah nomor 53/2023 yang membuat Prabowo dan Gibran tidak perlu mundur dari jabatan masing-masing sebagai Menteri dan Walikota meski telah masuk bakal calon capres 2024. Jadi tidak heran fasilitas negara bisa digunakan untuk kepentingan kampanye. 


Bawaslu (Badan pengawas pemilu) selaku wasit dalam pemilihan capres 2024 harusnya bertindak tegas menurut Titi Anggraini dosen hukum pemilu Universitas Indonesia. Bawaslu hanya memberikan himbauan saja. Totok selaku perwakilan Bawaslu mengatakan sudah memberi himbauan dan mengatakan “Pak Presiden sebagai negarawan harusnya sudah tahu aturan yang ada mengenai pemilu.”


Menurut Titi problem utamanya yaitu mereka tidak mengambil cuti,  melakukan kegiatan besar dengan jumlah masa yang banyak yaitu kampanye dan menggunakan Sember daya milik negara. Bawaslu dapat melakukan diseminari masif kepada publik mengenai larangan politisasi Bansos atau bahwa bantuan tersebut adalah hak rakyat yang tidak ada hubungannya dengan  partai politik atau Paslon tertentu. Ia juga mengatakan praktik lancung itu akhirnya akan merugikan warga karena anggaran publik diselewengkan untuk menguntungkan pihak tertentu.


Tim kampanye dari pasangan yang lainnya juga mempertanyakan apa yang terjadi. Mereka berkomentar harusnya Bawaslu bertindak tegas sesuai aturan yang dibuat oleh Bawaslu sendiri. Bukan hanya memberi himbauan saja.


Inilah Keniscayaan dalam suasana demokrasi kapitalis yang menjunjung tinggi kebebasan berperilaku. Kekuasaan menjadi sesuatu yang dikejar dan harus didapatkan, sehingga melakukan berbagai macam cara agar mendapatkannya. Menjadikan berbagai macam hal yang melanggar aturan pun dilibasnya, apalagi meniadakan aturan agama dalam kehidupan.


Ekonomi yang makin sulit membuat masyarakat bersikap pragmatis, asal mendapat bantuan tidak mencermati lagi bagaimana pemimpin yang dipilih. Bansos dan BLT menjadi solusi, masalah kemiskinan tidak terselesaikan secara tuntas sampai ke akar. 


Dr. Abdullah Hehamahua mengatakan bahwa ini sudah mengindikasi korupsi politik karena menggunakan hak rakyat dan melanggar aturan. Pemerintah harusnya dalam mengatasi problem kemiskinan bukan melulu memberikan ikan kepada masyarakat tapi memberikan pancing untuk membuat masyarakat tidak ketergantungan dengan bantuan dan bisa berdikari. 


Hal ini berarti membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya sehingga masyarakat bisa mengatasi problem ekonomi. Beliau menganjurkan Paslon yang lain mengajukan gugatan dan mengundurkan diri sebelum pemilu dimulai dan berakhir. Jangan sampai pemilu berakhir dan keluar hasilnya baru mengajukan gugatan.


Dr Abdullah Hehamahua mengapresiasi keputusan yang tepat dari Mahfud MD yang mengundurkan diri dari jabatannya ketika melakukan kampanye, karena tahu ada pasal cuti terkait kampanye bagi Paslon dan tidak boleh memakai fasilitas negara, meski waktunya agak terlambat. Ia mengatakan seharusnya beberapa bulan sebelum kampanye dimulai harus nya mengajukan pengunduran diri dari jabatan yang diemban.


Perlu adanya pendidikan politik agar masyarakat tidak mudah diiming-imingi dengan sesuatu dan dimanfaatkan sesaat. Masyarakat harus tahu bagaimana memilih pemimpin yang amanah.


Politik sejatinya mengurusi urusan umat tidak melulu soal berebut kekuasaan. Urusan ini adalah amanah yang akan dipertanggung jawaban nanti di akhirat. Perlu pemimpin yang jujur amanah. Kepentingan rakyat mulai dari kebutuhan pokok seperti sandang pangan papan terpenuhi, pendidikan yang terjamin , kestabilan ekonomi terjaga, masalah sosial teratasi, penegakan hukum dilakukan dengan semestinya. Pemimpin negeri juga tidak menjadikan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi.


Jika pemimpin negeri saja sudah mempermainkan aturan atau hukum, bagaimana nasib ke depan negeri ini.  Perlu adanya perubahan yang bersifat revolusioner yang sistematis agar masyarakat bisa keluar dari permasalahan yang ada pada saat ini.


Wallahu-a’lam bish-showab

Kuota satu juta sertifikat halal gratis tidak cukup untuk UMK yang ada. Sehingga sisanya yang masih banyak tersebut harus mengurus dengan biaya sendiri. Pastinya dengan biaya yang tidak murah

Padahal seharusnya kehalalan ini adalah tanggung jawab negara secara penuh


Penulis Verawati S.Pd.

Pegiat Literasi 


Matacompas.com, OPINI -- Dikisahkan ada seorang yang sudah tua dan berpakaian compang-camping melakukan perjalanan kemudian dia berdoa,  "Wahai Tuhanku, padahal, makanannya dari barang yang haram, minumannya dari yang haram, pakaiannya dari yang haram dan diberi makan dari yang haram, maka bagaimanakah Allah akan mengabulkan doanya?" (HR. Muslim)


Bagi seorang muslim jaminan halal merupakan sebuah pokok dalam hal makanan dan minuman. Karena bila tidak, efeknya sangat banyak sekali. Salah satunya sebagaimana hadis di atas yaitu tidak diterimanya doa. Padahal doa adalah bagian ibadah yang pokok dan cara untuk mendapatkan pertolongan dari Allah Swt..


Secara jumlah dan jenisnya, ketersediaan makanan yang halal jauh lebih banyak dari yang haram. Makanan yang haram bisa dihitung dengan hitungan jari. Namun, saat ini makanan yang haram contoh babi, dijadikan bahan campuran dalam memproduksi berbagai jenis makanan. Dengan alasan lebih enak, lebih untung, dan lebih lainnya. Sehingga kehalalan produk hari ini sangatlah sulit.


Dalam regulasi nomor 33 tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (JPH) ada tiga golongan yang harus segera memiliki sertifikat halal yaitu produk makanan dan minuman. Kedua bahan baku, bahan tambahan pangan dan penolong untuk makanan dan minuman. Ketiga, daging sembelihan dan daging dan jasa penyembelihan. Jika sampai tanggal 17 Oktober 2024 belum memiliki sertifikat maka akan diberikan sanksi yang diberikan diantaranya yaitu berupa sanksi administratif hingga penarikan barang (tirto[]id, 02/02/2024).


Untuk menyukseskan program tersebut pemerintah membuka program Sertifikasi Halal Gratis (Sehati) sebanyak 1 juta kuota. Sertifikasi ini akan diberikan pada pelaku usaha (self declare) UMK seluruh Indonesia. Hanya saja Jumlah tersebut masih sangat kurang dari jumlah UMK yang ada.


Di laman (Ukmindonesia, 8/06/2023), Pada tahun 2021 lalu, pemerintah meluncurkan platform Online Single Submission-Risk Based Approach (OSS RBA) yang bisa diakses melalui www[]oss[]go[]id. Website ini digunakan sebagai media pendaftaran perizinan usaha di Indonesia bagi pelaku usaha. Hingga 2022, jumlah UMKM yang sudah mendaftarkan bisnisnya di platform OSS sudah mencapai 8,71 Juta unit.


Dari data di atas menunjukkan bahwa kuota satu juta sertifikat gratis tidak cukup untuk UMK yang ada. Sehingga sisanya yang masih banyak tersebut harus mengurus dengan biaya sendiri. Pastinya dengan biaya yang tidak murah. Padahal seharusnya kehalalan ini adalah tanggung jawab negara secara penuh. Rakyat tidak dibebankan untuk menanggung biaya pengurusan. Inilah gambaran penguasa dalam sistem demokrasi-kapitalisme, hanya berorientasi keuntungan semata. 


Berbeda dengan sistem Islam. Sistem Islam bertanggung jawab penuh atas kehalalan makanan dan minuman yang beredar. Tidak hanya itu, bentuk kecurangan yang merugikan dan membahayakan akan diberantas oleh negara. Negara pun memiliki mekanisme yang bisa dilakukan di antaranya yaitu:

Pertama, menyadarkan masyarakat dengan penuh kesadaran akan pentingnya kehalalan dalam makanan. Sebab, efeknya luar biasa, tidak hanya tidak diampuninya doa. Tetapi juga, tidak diterimanya amal perbuatan selama 40 hari, tergolong orang yang akan masuk neraka dan lain sebagainya. Kerugian di dunia pun akan dirasakan dengan munculnya perilaku buruk pada pemakan barang yang haram. Sehingga bisa merusak diri dan juga lingkungan.


Kedua, negara akan secara jelas melarang memproduksi dan menjualbelikan barang-barang yang haram. Seperti khamar. Adapun hewan babi boleh diternak untuk wilayah tertentu yang mayoritas penduduknya non muslim. Artinya barang-barang peredarannya diawasi.


Ketiga, negara akan memberikan kemudahan dalam proses mengurus sertifikasi halal. Mudah  cepat dan profesional dan tentunya gratis bagi seluruh pengusaha baik usaha kecil maupun yang besar adalah bentuk pelayanan untuk urusan umat. Sebab penguasa dalam Islam adalah penanggung jawab negara secara penuh urusan umat.


Demikian sistem Islam mengatur urusan kehalalan makanan dan minuman. Negara menjadi garda terdepan melindungi masyarakat dari makanan dan minuman yang haram. Semua dilandasi oleh keimanan kepada Allah Swt. dan Rasulnya. Tanpa mengambil keuntungan materi sedikit pun.

Wallahualam bissawab.

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.